Raja Pertama Dinasti Qin

Periode Negara-Negara Berperang (475-221 SM), atau Zhanguo Shidai (戰國時代), atau The Warring States Period, adalah sebuah era perpecahan di jaman Tiongkok kuno., di jaman di penghujung Dinasti Zhou (1066 SM – 221 SM).

Setelah Periode Musim Semi dan Musim Gugur yang relatif damai dan filosofis, berbagai wilayah/negara saling berperang satu sama lain untuk merebut hegemoni, sebelum Negara Qin mengalahkan semuanya, dan Tiongkok disatukan dibawah kekuasaan Dinasti Qin.

Perkakas perunggu Tiongkok Kuno: Dalam Periode Negara-Negara Berperang, pengrajin perunggu membuat banyak baju besi dan senjata.

A. Fakta Singkat Tentang Periode Negara Berperang

• Periode ini merupakan yang terakhir dari 3 periode era Dinasti Zhou (1046–221 SM): Dinasti Zhou Barat, Periode Musim Semi dan Musim Gugur (771–476 SM), serta Periode Negara-Negara Berperang
• Banyak wilayah mendeklarasikan kemerdekaan dari Dinasti Zhou, dan kerajaan-kerajaan bertarung demi mendapatkan wilayah selama periode ini.

Pada tahun 334 SM, ada 7 Negara (bagian) yang saling bertikai : Qin 秦, Chu 楚, Zhao 趙, Wei 魏, Han 韓, Yan 燕, dan Qi 齊.
• Periode Perang Antar Wilayah diakhiri dengan kemenangan Negara Qin dalam menaklukkan wilayah Negara lain.

• Periode ini digantikan jaman Dinasti Qin pada tahun 221 SM, yang menandai transisi sistem antara Tiongkok kuno (banyak negara kecil, dipimpin oleh seorang Raja 王, Wang) menjadi Kekaisaran Tiongkok (negara besar, dipimpin oleh seorang Kaisar 帝, Di).

Peta Tiongkok masa kini

Baca juga : Dinasti Qin, Dinasti Kekaisaran Pertama di Tiongkok

Sebenarnya ada puluhan Negara kecil pada periode awal jaman ini. Namun Negara2 kecil itu kemudian ditaklukkan (dianeksasi) oleh Negara2 yang lebih besar, sehingga tersisa 7 Negara besar yang saling berperang, yakni :

1. Negara Qin (秦), menguasai wilayah sekitar propinsi Shaanxi yang sekarang. Terletak di ujung barat, dengan wilayah utamanya terletak di Lembah Sungai Wei dan Guanzhong. Posisi geografis ini menawarkan perlindungan dari negara-negara lain tetapi membatasi pengaruh awalnya.

2. Negara Chu (楚), menguasai wilayah sekitar propinsi Hunan dan Hubei yang sekarang; berada di selatan, dengan wilayah utamanya terletak di sekitar lembah Sungai Han dan Sungai Yangtze.
3. Negara Han (韓), menguasai wilayah sekitar propinsi Shanxi yang sekarang; dengan wilayah utamanya terletak di sepanjang Sungai Kuning.
4. Negara Qi (齊), menguasai wilayah sekitar propinsi Shandong yang sekarang di timur.

5. Negara Zhao (趙), menguasai wilayah sekitar propinsi Hebei, Mongolia Dalam, dan (sebagian) Shanxi yang sekarang di utara.
6. Negara Wei (魏), menguasai wilayah sekitar propinsi Henan yang sekarang di timur. Merupakan
7. Negara Yan (燕), menguasai wilayah sekitar propinsi Hebei yang sekarang; berada di timur laut Liaodong (berpusat di Beijing yang sekarang).

Negara (state) Han, Wei, dan Chao merupakan pecahan Negara Jin sebelumnya. Ke-7 Negara bagian ini sering disebut sebagai 7 Pahlawan Negara-negara Berperang (戰國七雄; Zhanguo qixiong).

B. Pecahnya Kerajaan Zhou Menjadi Perang Antar Wilayah (475-246 SM)

Selama Periode Negara-Negara Berperang, para bangsawan berhenti mendukung kelangsungan Dinasti Zhou (1046-221 SM), dan negara2 atau wilayah2 kecil pengikut Zhou menyatakan kemerdekaannya dari Dinasti Zhou, menjadi sebuah kerajaan yang berdiri sendiri. Sementara Zhou sendiri dianggap tidak lebih dari sebuah Negara boneka, yang tidak lagi memiliki kekuatan.

Diantara negara2 yang memerdekakan diri, Chu adalah Negara dengan luas wilayah terbesar. Ia menguasai 1/3 bagian di wilayah selatan, bekas Dinasti Zhou berkuasa. Negara Qin juga menguasai sekitar 1/3 wilayah di barat. Sisa wilayah lainnya meliputi 1/3 area timur laut dari wilayah Negara-Negara yang berperang.

C. Perbedaan Pendapat Tentang Awal Periode Negara-Negara Berperang (481-405 SM)

Tampak hiasan monster emas yang berbentuk rusa, dari jaman Warring State Period.

Tahun 481 SM adalah akhir dari Periode Musim Semi dan Musim Gugur menurut catatan sejarah Spring and Autumn Annals. Tahun 475 SM, adalah dimulainya pemerintahan Raja Yuan dari Zhou (周元王, Zhou Yuan Wang), adalah tanggal yang diterima secara umum. Sementara tahun 403 SM adalah ketika Negara Jin secara resmi terbagi menjadi Zhao, Wei, dan Han.

1. Perpecahan Negara Jin (455-403 SM)

Negara Jin adalah wilayah besar di era pertengahan Dinasti Zhou, yang terletak di Tiongkok utara bagian tengah, tapi bangsawan Jin kehilangan kekuasaan dan gelar kebangsawanannya.

Wilayah Zhao, Wei, dan Han pada dasarnya adalah wilayah Jin yang tersisa setelah pertempuran Jinyang (455-453 SM). Pada tahun 403 SM, wilayah Jin diakui oleh Dinasti Zhou yang terpecah menjadi 3 wilayah yang lebih kecil.

2. Negara Qi Merdeka (379-343 SM)

Wilayah Qi telah dikuasai oleh keluarga Jiang sejak awal didirikan. Pada tahun 379 SM, Bangsawan Kang dari Qi meninggal tanpa memiliki keturunan, dan Raja Wei dari keluarga Tian mengambil alih tahta.

Penguasa baru meluncurkan beberapa kampanye melawan negara2 lain, dan sukses memperluas wilayah Qi. Pada akhir pemerintahan Raja Wei (379-343 SM), Qi adalah salah satu negara terkuat, dan kemudian memerdekakan diri dari Dinasti Zhou.

3. Shang Yang (商鞅) Mereformasi Qin (361-338 SM)

Pada 361 SM, seorang filsuf legalis bernama Shang Yang (商鞅), yang lahir di Negara Wei (hidup pada 390-338 SM), pergi ke Negara Qin, dan proposal reformasi legalisnya diadaptasi oleh Bangsawan Xiao dari Qin (yang memerintah tahun 362-338 SM).

Aturan Shang Yang yang dianut adalah serangkaian aturan ketat tentang filosofi politik yang jelas. Pada tahun 338 SM, walaupun Shang Yang akhirnya dibunuh, reformasinya telah menjadikan Qin sebagai Negara yang terkuat dan paling kejam, baik dalam bidang militer maupun ekonomi.

Kebijakannya dalam meletakkan dasar2 administratif, politik dan ekonomi dalam memperkuat Negara Qin, sehingga akhirnya memungkinkan Qin untuk menaklukkan 6 Negara saingan lainnya. Mereka berhasil menyatukan daratan Tiongkok menjadi satu pemerintahan yang terpusat, untuk pertama kalinya dalam sejarah di bawah kekaisaran Dinasti Qin.

Baca juga : Dinasti Qin; Dinasti Pertama Dalam Sejarah Tiongkok

Peta wilayah kekuasaan Periode Negara-Negara Berperang tahun 260 SM

4. Chu Mengalahkan Yue (334 SM)

Pada sekitar akhir tahun 390-an SM, Raja Dao dari Chu (memerintah pada tahun 401-381 SM) menjadikan Wu Qi sebagai kanselirnya. Reformasi Wu mulai mengubah Chu menjadi wilayah yang efisien dan kuat.

Pada tahun 334 SM, kekuatan Chu mencapai puncaknya ketika menaklukan wilayah baru, Yue (di tenggara Shanghai).

5. Qin dan Yan Dikalahkan (325-323 SM)

Dengan melemahnya pemerintahan Dinasti Zhou, semakin banyak wilayah yang mendeklarasikan diri sebagai kerajaan yang merdeka. Pada tahun 325 SM, Bangsawan Hui dari Qin memproklamirkan diri sebagai “Raja Hui dari Qin”. Pada tahun 323 SM, Negara Yan mengikuti jejaknya.

Peta wilayah kekuasaan Periode Negara-Negara Berperang tahun 260 SM

D. Akhir Periode Negara-Negara Berperang (246-221 SM)

7 Negara yang saling berperang, dan masih bertahan hingga abad ke-3 adalah : Qin 秦, Chu 楚, Qi 齊, Yan 燕, Han 韓, Wei 魏, dan Zhao 趙.

1. Penguatan Militer Qin (246-230 SM)

Berkat reformasi Shang Yang, Negara Qin menjadi wilayah terkuat dan paling kejam, dan memiliki kekuatan untuk menyatukan Negara2 lainnya lewat kampenye perang.

Raja Pertama Dinasti Qin
Ilustrasi Kaisar pertama dari Dinasti Qin, Qin Shihuang.

Baca juga : Tokoh Dinasti Qin

Yin Zheng (嬴政), yang kemudian/kelak akan menjadi kaisar pertama Dinasti Qin, Qin Shihuang (秦始皇). Ia mulai memerintah Negara Qin sejak tahun 246 SM, ketika ia masih berusia 13 tahun. Pemerintahannya yang berkuasa menggerakkan Qin untuk memulai penaklukan, dan Ying Zheng memiliki kendali penuh berkat waktu dan persiapan yang dimulai sejak tahun 230 SM.

2. Kemenangan Wilayah Qin (230-221 SM)

Pada tahun 230 SM , Raja Zheng memulai penyerangan ke beberapa wilayah lain. Ia menggunakan ide/gagasan Perdana Menterinya, Li Si (李斯), bahwa penaklukan harus dilakukan berdasarkan tingkat kesulitan. Secara berturut2, Negara Qin menaklukan (meng-akneksasi) :

• Negara Han ditaklukkan terlebih dulu pada tahun 230 SM.
• Pada tahun 228 SM, Qin menguasai wilayah Zhao.
• Pada tahun 226 SM, Qin menguasai ibukota Yan, Ji (sekarang Beijing), dan Raja Yan memindahkan ibukotanya ke Liaodong ke timur laut.

• Tahun 225 SM, Qin menaklukkan Wei.
• Tahun 223 SM, Qin menaklukkan Chu.
• Tahun 222 SM, Qin mengalahkan 2 Negara yang tersisa, Yan dan Zhao.

• Pada tahun 221 SM, Qin menaklukkan Qi, dan kemudian mendirikan Dinasti Qin, yang menguasai seluruh wilayah daratan Tiongkok yang telah disatukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *