10 Seni Tiongkok Kuno yang Luar Biasa: Sutra, Musik, Hingga Arsitektur!

Pernahkah Anda berjalan-jalan ke suatu tempat, misalnya ke Kampung Pecinan, Klenteng, atau Pagoda di daerah tertentu? Anda pasti melihat ada ciri khas khusus, entah dari arsitektur, atau ornamen2 dekoratif yang menghiasinya. Nah, perlu Anda ketahui bahwa itu semua tak lepas dari seni Tiongkok kuno yang terus mengalami perkembangan dari masa ke masa hingga sekarang.

Seni Tiongkok kuno ini bisa dibilang salah satu tradisi tertua yang berkelanjutan di dunia yang berasal dari 10.000 SM. Yakni periode Neolitikum, ketika merebaknya tembikar sederhana dan seni patung. Seni Tiongkok kuno telah berkembang seiring waktu dan dipengaruhi oleh faktor agama, politik, dan filsafat.

Seni ini termasuk kaligrafi, puisi, dan lukisan, yang masing2 punya karakteristik sendiri tergantung pada dinasti yang tengah berkuasa saat itu. Berikut di 10 jenis seni Tiongkok kuno yang paling populer :

Loading...

1. Tembikar Neolitik

Bukti pertama tembikar di Tiongkok kuno terlihat pada 18.000 tahun SM, lalu terus mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu.

Sekitar 4000 SM, seni keramik berwarna mulai muncul di Tiongkok kuno, dan melibatkan serangkaian langkah pembuatan: membentuk, membakar, mendekorasi, dan menyempurnakan.

Baca juga : 4 Penemuan Terbesar Tiongkok

2. Batu Giok

Taukah pembaca, cara membedakan Giok asli dan palsu?

Di jaman Tiongkok kuno, Giok dianggap lebih dari sekadar batu! Giok adalah simbol kesempurnaan, keabadian, kemuliaan, dan keteguhan. Orang China menganggapnya sebagai esensi dari surgawi dan bumi.

Di Tiongkok kuno, surga dianggap bundar dan bumi dianggap persegi. ‘Pai’, lubang di tengah giok diciptakan untuk menghormati para Dewa di surga. Sedangkan ‘Tsung,’ sisi persegi panjangnya dibuat untuk menghormati Bumi.

Baca juga : Batu Giok; Cara Membedakan Batu Giok Asli atau Palsu

3. Kesenian Han

Selama dinasti Han (206 SM – 220 M), seni Tiongkok kuno mencapai puncaknya. Dinasti Han juga dikenal sebagai jaman keemasan pada kesenian Tiongkok, dimana musik, sastra, puisi, serta seni visual berkembang pesat. Pada dinasti ini juga mulai dikembangkan seni makam, yakni saat seni diseriusi dan diciptakan secara eksklusif untuk pemakaman.

Baca juga : Kubur Cina : Inilah 8 Bagian Yang Terdapat di Makam Cina

4. Lukisan Gu Kaizhi

Gu Kaizhi merupakan seorang pelukis dan penulis terkenal dan sangat berpengaruh di Tiongkok. Beliau juga menjadi inspirasi bagi sarjana dan pelukis muda Tiongkok saat ini. Karya seninya masih berkembang hingga sekarang, dan bahkan dibuat sebagai corak pola pada permukaan kain sutra.

Dia dikenal karena lukisan potretnya, dan juga teknik grafisnya yang menjadi fitur utama seni lukis tradisional Tiongkok.

5. Arsitektur dan Patung Buddha

Tampak relief para Buddha yang terpahat pada batuan

Saat agama Buddha menyebar ke Tiongkok pada 67 Masehi, maka banyak seni arsitektur yang mulai terpengaruh. Salah satunya yakni dengan keberadaan patung Buddha. Di Indonesia sendiri, seni ini dapat dilihat di tempat2 tertentu, misalnya di Pagoda Avalokitesvara, Banyumanik, Semarang.

Warisan agama Buddha di Tiongkok telah mengarah menjadi salah satu jenis seni Buddha yang paling luas di dunia!

Loading...

Baca juga : Inilah 4 Goa Kuno Yang Terkenal di Tiongkok

6. Cloissone

Tampak sebuah bejana yang telah dilukis

Cloissone berasal dari kata Prancis ‘cloison’, yang secara harafiah berarti ‘partisi’. Cloissone adalah seni kuno untuk menghias benda logam. Seni Cloissone ini digunakan untuk mendekorasi benda-benda yang terbuat dari tembaga atau perunggu.

7. Lukisan Tiongkok Kuno

Tiongkok telah menghasilkan beberapa lukisan pemandangan terbaik, sejak periode Lima Dinasti (907–960 M) hingga periode Song Utara (960–1127 M). Periode ini juga dikenal sebagai “zaman lanskap Tiongkok yang luar biasa.”

Ada beberapa teknik melukis yang populer di Tiongkok kuno. Di Tiongkok utara, terkenal dengan lukisan-lukisan gunung yang menjulang tinggi, yang dicat dengan sapuan kuas yang tajam.

8. Puisi (Poem) Tiongkok Kuno

Puisi Tiongkok kuno

Karya puisi di Tiongkok kuno adalah ekspresi dari emosi publik dan pribadi, dimana pembaca dapat memahami kehidupan batin penulis dengan membaca puisinya. Puisi Tiongkok klasik mencakup 3 elemen dasar yang dikenal sebagai shi, ci, dan qu.

Hanya ada beberapa contoh puisi yang tersisa dari Tiongkok kuno, karena dulu pernah terjadi peristiwa sejarah yang kejam; dimana kaisar Qin Shihuang  (dinasti Qin) memutuskan untuk membakar buku2 dan membunuh para sarjana.

Beberapa contoh puisi Tiongkok kuno yang masih ada, seperti puisi ‘Lagu Tengah Malam’, Orang Bijak dari Hutan Bambu, serta puisi pengumpulan anggrek paviliun.

Baca juga : Inilah Kekuatan Sastra Dalam Puisi 7 Langkah!

9. Musik Tradisional Tiongkok

Ling Lun dianggap telah menciptakan musik Tiongkok pada dinasti Zhou (1046 – 256 SM). Selama periode dinasti Qin (221 SM – 7 SM), “biro musik kekaisaran” pertama kali didirikan dan semakin berkembang pada masa pemerintahan Han Wu Di (140 SM – 87 SM). Karya musik tertua yang ditulis dari skrip Cina kuno adalah ‘Youlan’, atau ‘Anggrek Tunggal’ oleh Coufucius.

Baca juga : Bianzhong, Alat Musik Tradisional Tiongkok

10. Sutra Tiongkok

Seni sulam sutra

Seni sutra lebih tersebar luas daripada seni-seni lainnya, dan merupakan salah satu penemuan terbesar Tiongkok kuno! Awalnya, sutra hanya digunakan untuk pembuatan pakaian para pejabat/saudagar kaya di Tiongkok kuno. Contoh seni sutra yang baik dapat dilihat dari penggalian makam para periode Han Mawangdui.

Ulat sutra dapat menghasilkan 1.000 meter sutra dalam waktu 28 hari, dan karenanya, sutra sangat dihargai di Tiongkok dan di seluruh dunia. Sutra yang diekspor dari Tiongkok menggunakan jalur darat, dikenal sebagai Jalur Sutra.

Baca juga : Seni Sulam Sutra, Warisan Tiongkok Pada Dunia!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *