Kungfu (Hanzi : 功夫; Pinyin : Gongfu) adalah seni bela diri khas Tiongkok. Kungfu juga sering disebut dengan Quanfa (拳法) atau Wushu (武术). Seni bela diri ini menggunakan kekuatan fisik untuk menangkis serangan lawan, dengan tujuan untuk mempertahankan diri.

Tahukah Anda bahwa Kungfu ternyata memiliki banyak gaya? Perbedaan gaya (style) yang bermacam2 tersebut dikarenakan Tiongkok memiliki wilayah yang luas, sehingga ada banyak budaya yang menghasilkan gaya seni bela diri Kungfu yang berbeda pula.

Kungfu merupakan seni bela diri yang mengolah dimensi spiritual, dengan menggabungkan kosentrasi dan kedisiplinan diri. Kata ‘Kungfu’ sendiri berarti “persiapan yang sangat matang tanpa gangguan pikiran dan perasaan”. Dalam hal ini, “persiapan yang matang” bukan hanya persiapan yang berkenaan dengan bela diri saja, tetapi berkenaan dengan hal apapun juga.

Gerakan2 Kungfu didasarkan pada pengamatan yang tajam terhadap anatomi dan fisiologi kerangka dan otot manusia. Berbagai gerakan dalam Kungfu sebagian besar merupakan tiruan dari gaya bertarung hewan, dengan menggunakan koordinasi otot lengan dan kaki manusia.

Gerakan dasarnya dimulai dari salah satu dari lima posisi kaki (kuda-kuda) dasar, yakni postur berdiri tegak, dan 4 posisi hewan yang disebut naga, katak, kuda, dan ular.

Industri perfilman Tiongkok daratan banyak mengangkat film2 yang bertemakan Kungfu Wuxia (武俠小說), dimana basis penontonnya telah merambah ke mancanegara. Aliran sastra Wuxia (武俠小說) yang melibatkan Kungfu sudah ada sejak abad ke-2 SM, dan mulai terkenal pada masa Dinasti Tang (618-907).

Di masa modern ini, banyak aktor yang terkenal karena kelihaian mereka dalam memperagakan gerakan2 Kungfu, beberapa diantaranya adalah Bruce Lee, Jet Li, dan Jackie Chan.

Berikut 6 Gaya Kungfu yang Paling Terkenal di Tiongkok

Di Tiongkok ada banyak gaya Kung Fu yang dipelajari orang, yakni Kungfu Shaolin (少林功夫), Tai Chi Quan (太极拳), Wing Chun Quan (咏春拳), dsb. Setiap style Kungfu memiliki teknik dan aturan yang berbeda2. Berikut 6 diantaranya yang paling terkenal :

1. Kung Fu Shaolin (少林功夫)

Shaolin Kungfu merupakan salah satu style kungfu yang paling terkenal di China (foto : chinashaolins.com)

Baca juga : Kungfu; Selain Untuk Ilmu Beladiri, Ini 5 Tujuan Kungfu Lainnya

Kungfu Shaolin, atau biasa disebut Shaolin Wushu berasal dari kuil Shaolin Buddha, tepatnya di gunung Songshan, provinsi Henan, Tiongkok. Gaya kungfu ini menggabungkan kebijaksanaan Zen Buddha dengan gerakan kungfu China tradisional, sehingga menghasilkan banyak style turunan lain.

Kungfu Shaolin dipercaya sebagai seni beladiri yang paling tua di Tiongkok. Gerakan dasarnya termasuk menjatuhkan badan, bersalto, melompat, dsb. Selama ±1500 tahun perkembangannya, Kungfu Shaolin menjadi sekolah kungfu terbesar di Tiongkok, dan gaya2 kungfu yang lain konon diciptakan karena terinspirasi dari kungfu Shaolin ini.

Terdapat ungkapan China yang mengatakan “ Semua seni bela diri yang berasal dari surga muncul dari adanya Shaolin”.

2. Taiji Quan (太极拳)

Zhang San Feng (张三丰) dari Wudang (武当) adalah tokoh yang mempopulerkan beladiri Taiji (foto : stock.adobe.com)

Baca juga : Zhang Sanfeng (Thio Sam Hong), Pendekar Rendah Hati Dari Wudang yang Misterius

Taiji Quan, atau Tai Chi, berarti tinju pamungkas, atau dikenal dengan tinju ala Tiongkok. Tai Chi Chuan merupakan gerakan serangan dan pertahanan yang didasarkan pada filosofi Tiongkok kuno, Yin Yang (阴阳) dan Taiji (太极). Uniknya, seni beladiri ini populer di dunia dalam bentuk senam olahraga (Tai Chi).

Tai Chi dirancang untuk memberikan efek relaksasi pada tubuh, sehingga gerakan2 nya terkesan lemah dan lambat. Pada prinsipnya, gerakan yang digunakan adalah gerakan yang mengalir dan berirama, dimana setiap sikap dan posisi ditentukan dengan hati2.

Gaya Tai Chi sendiri bisa dikombinasikan dengan menggunakan senjata pedang (Taiji Jian; 太极剑).

3. Wing Chun Quan (咏春拳)

Donnie Yen dalam film Ip Man 1-4 adalah tokoh yang mempopularkan beladiri Wing Chun (foto : bambooforestwingchun.com)

Baca juga : Nomor-Nomor Pertandingan Dalam Wushu

Banyak yang mengatakan bahwa seni bela diri Wing Chun awalnya dikembangkan oleh seseorang yang tinggal di kabupaten Wing Chun (mandarin : 永春; Yong Chun). Maka dari itu nama dari salah satu gaya Kungfu ini disesuaikan dengan nama kabupaten tersebut.

Seseorang yang mengembangkan kesenian bela diri Wing Chun ini bernama Yan Shanniang. Info lain mengatakan bahwa Wing Chun diciptakan oleh Fang Yong Chun. Info yang lain lagi mengatakan bahwa seni bela diri ini sebenarnya sudah ditemukan oleh biarawan Shaolin.

Wing Chun merupakan cabang dari gaya kungfu Shaolin. Meskipun hanya cabang gaya, namun seni bela diri Wing Chun ini belakangan sangat terkenal berkat aksi Donnie Yen dalam film Ip Man (叶问) 1-4, bahkan sampai dikembangkan ke Eropa.

Wing Chun didasarkan pada 12 bentuk tinju bebas, diantaranya Xiao Nian Tou, Bouzi, dsb. Sedangkan gerakan tangan dasarnya adalah Sang Bang Shou, Liao Shou, Popai Shou, Chi Shou, Nian Shou dan Chen Qiao.

4. Baguazhang (八卦掌)

Baguazhang adalah salah satu cabang beladiri yang berasal dari Wudang (foto : wudangdanpai.com)

Baguazhang adalah 1 dari 3 aliran seni bela diri Tiongkok utama dari aliran Wudang (Taoisme); 2 aliran lainnya adalah Tai Chi (太极) dan Xing Yi Quan (形意拳). Baguazhang secara harfiah berarti “8 trigram sawit,” mengacu pada trigram dari kitab I Ching (易经), salah satu kitab referensi Taoisme.

Ini adalah seni bela diri tingkat tinggi, yang menggunakan pola loncatan melingkar dan gerakan meliuk seperti ular untuk melangkah ke samping dan menangkis serangan lawan.

Baguazhang diciptakan oleh guru besar Dong Haichuan 董海川 (born 1797/1813-1882) di jaman Dinasti Qing. Seni bela diri ini didasarkan pada praktek kesehatan Taoisme jaman kuno.

Sebagian besar sekolah Baguazhang menempatkan Dong di garis awal keturunan mereka. Namun beberapa guru tradisional di Tiongkok tidak mengakui Dong sebagai pendiri Baguazhang. Menurut mereka, sebelum Dong, pengajaran Baguazhang dilakukan secara tertutup, dari guru ke murid dalam sekte Taoisme.

Bela diri ini menggabungkan konsep Baguazhang yang mereka pelajari dengan konsep pertarungan dan seni bela diri mereka sendiri. Hal inilah yang membuat Baguazhang terpecah menjadi beberapa aliran di jaman modern.

Gaya Baguazhang pertama yang diajarkan di akademi adalah gaya Baguazhang Gao Beijing tradisional. Cabang ini berasal dari Gao Wencheng, yang merupakan murid dari Yin Fu dan Liu Dekuan, dimana keduanya murid terbaik dari Dong Haichuan.

Dia kemudian mewariskan ilmunya kepada putranya, Gao Ziying, yang juga murid Guo Gumin. Karena itu, sistem ini memiliki berbagai macam teknik yang luar biasa. Gao Ziying kemudian mewarisi perguruan kepada putranya, Gao Jiwu, yang merupakan kepala perguruan saat ini.

Baca juga : 7 Pendekar Aneh dari Kanglam; Tahukah Kalian Dimana Wilayah Kanglam Itu?

5. Xing Yi Quan (形意拳)

Xing Yi, jika diterjemahkan, kira2 berarti ‘Tinju Niat Bentuk’, atau ‘Tinju Kehendak Bentuk’ (foto : wudanglongmen.com)

Xing Yi adalah salah satu gaya internal (內家; Neijia) seni bela diri tiongkok kuno. Secara harafiah, Xing (形) berarti sebuah bentuk, dalam hal ini bentuk tersebut muncul dari sebuah pukulan. Sedangkan Yi (意) berarti sebuah intensi pikiran yang terbentuk nantinya.

Maksud dari Xing Yi di sini adalah bentuk (pukulan) yang muncul sebelum adanya sebuah pemikiran. Tetapi jika seseorang sudah mahir, pemikiran akan merenspon dengan lebih cepat. Saat pikiran dan gerakan telah terkoordinasi, respon terhadap serangan akan muncul secara naluri.

Dalam jurus2 Xing Yi terdapat filosofi 5 elemen (五行; Wu Xing), yakni tanah (橫; menyilang), air (鑽; mengebor), api (炮; meledak), kayu (崩; menghancurkan), dan logam (劈; memotong).

Xing Yi diciptakan oleh Jendral Yue Fei (岳飛) pada masa Dinasti Song (960-1279). Gaya gerakannya didasarkan pada pertempuran tombak (枪; qiang). Karakter gerakan Xing Yi adalah agresif, gerakan linier dan menusuk, serta dan pukulan yang dilakukan dari jarak dekat.

Baca juga : 8 Serial Kungfu Mandarin Era Tahun 90an Yang Lekat di Hati

6. Bei Pai Tang Lang (北螳螂拳)

Bei Pai Tang Lang (Northern Praying Mantis), atau lebih dikenal dengan nama Tinju Belalang Utara, atau Kungfu Belalang Sembah, adalah salah satu gaya bela diri Tiongkok yang terkenal. Bela diri ini juga sering disebut Belalang Sembah Shandong, yang merupakan asalnya.

Bela diri ini dinamai belalang sembah, karena terinspirasi dari kokohnya pertahanan belalang sembah dari terpaan angin kencang, serta agresivitas dari seekor serangga. Gaya gerakan ini pertama kali diciptakan oleh Wang Lang (王朗) pada jaman Dinasti Song (960-1279), yang mana ia terinspirasi dari keagresifan gerakan serangga belalang.

Gerakan tinju belalang utara terkenal dengan kecepatannya dan serangannya yang terus-menerus. Teknik gerakan pergelangan tangan dan lenganlah yang menjadi titik tumpunya.

Selain pergelangan tangan dan lengan, gerakan tinju belalang utara juga bertumpu pada serangan lutut dan siku. Adapun gerakan lain pada kaki meminjam pada gerakan tinju monyet dan bebek mandarin.

Gerakannya yang paling terkenal terdiri atas Beng Bu, Fan Che, Luan Jie, Fen Shen, Ba Zhou, dan Zhai Yao. Terlepas dari namanya, gaya Belalang Sembah Utara tidak terkait dengan gaya Belalang Sembah Selatan.

Baca juga : Gongshou, Cara Penghormatan Tradisional ala Tionghoa

Sejarah Kungfu di Tiongkok

Seni bela diri Kungfu dengan berbagai macam gaya telah mengalami perkembangan di setiap periode kekaisaran Tiongkok. Sejarahnya yang sangat panjang dimulai sejak abad ke- 21 SM, yakni pada jaman Dinasti Xia (2100-1600 SM).

Catatan tertulis tentang bentuk awal Kungfu berasal dari Dinasti Qin (221-207 SM). Pada awal perkembangannya di masyarakat primitif, Kungfu diciptakan sebagai kebutuhan untuk berburu dan bentuk pertahahan diri (bela diri) karena ancaman yang ada.

Awalnya kemampuan Kungfu terdiri atas kemampuan menikam, memotong, dan membelah hasil buruan. Selanjutnya sistem Kungfu dibentuk ulang dan dikembangkan sebagai kemampuan untuk berperang pada masa Dinasti Xia (2100-1600 SM) hingga Dinasti Yuan (1271-1368 M).

Puncak dari perkembangan Kungfu adalah pada masa Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911 M), dimana sekolah2 Kungfu mulai berdiri.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: eitss, mau apa nih?