Last Updated on 2 June 2020 by Herman Tan

Dizi (Hanzi : 笛子)adalah nama alat musik tiup berbentuk seruling, yang dimainkan secara horizontal. Alat musik ini berawal dari Asia Tengah, dan masuk ke Tiongkok kira-kira pada abad ke 2 SM. Setelah itu, dizi mengalami perubahan bentuk dengan berbahan dasar bambu. Sebelumnya, umumnya alat musik tersebut terbuat dari tulang.

Sebelum zaman Dinasti Han, Dizi yang pada masa itu disebut “Di“, mengacu pada seruling vertikal. Kemudian pada masa Dinasti Tang barulah diadakan perbedaan; yaitu nama “Di” digunakan untuk seruling horizontal dan “Xiao” untuk seruling vertikal. Sekitar pada abad ke 7 M, sebuah selaput ditambahkan dan namanya berubah menjadi Dizi.

Saat ini, alat musik Dizi modern total memiliki 12 lubang; yang terdiri dari satu lubang untuk meniup, satu lubang membran, enam lubang untuk memainkan, empat lubang untuk memperbaiki tinggi rendah nada dan memasang pajangan atau hiasan gantung. Berbeda dengan Xiao () atau Suling,

Dizi memiliki nada jernih dan bergema sehingga cocok untuk mengekspresikan irama gembira dan dapat meniru suara-suara, seperti burung.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!