Berdasarkan suvery yang dilakukan di tahun 2014, ditemukan bahwa tidak kurang dari 90% kota-kota yang ada di Tiongkok tidak bisa memenuhi standar sebagai kota yang memiliki kualitas udara yang baik. Pemerintah menjelaskan bahwa diantara 74 kota yang diambil sample, hanya 8 kota saja yang dinyatakan telah lulus uji kualitas udara.

Hal ini berdasarkan tes pengkajian terhadap karbon monoksida, ozon, serta dengan mengukur kadar partikel di udara.

Sebenarnya jumlah ini merupakan sebuah peningkatan, karena di tahun sebelumnya hanya kota Lhasa, Haikou, dan Zhoushan saja yang lulus uji kualitas udara. Lalu pada tahun 2014 ketambahan beberapa kota, yakni Shenzhen, Huizhou, Fuzhou, Kunming dan Zhuhai. Sementara Hebei menjadi propinsi yang paling kotor, dikarenakan keberadaan batu bara di kawasan industri tersebut.

Indikator utama yang dijadikan penilaian adalah :

Kontaminasi Tanah : Permasalahan pertama disebabkan oleh adanya kontamintasi tanah. Tidak kurang dari 38.610 mil² tanahnya telah terkontaminasi. Bahkan, air yang sudah jelas terkontaminasi masih dipakai untuk mengairi 31,5 juta mil sawah dan ladang. Gara-gara ini, hampir 20 juta ton hasil pertanian terkontaminasi oleh logam berat setiap tahun.

Limbah dan Sampah : Permasalahan kedua yang menyebabkan banyak kota di Tiongkok tidak lolos uji standar kualitas udara, adalah karena banyaknya limbah dan sampah. Di tahun 2013, tidak kurang dari 2,3 juta ton sampah (termasuk limbah elektronik) yang terdapat di Negara tersebut. Hal ini menyebabkan berbagai kerusakan pada lingkungan dan juga menimbulkan masalah kesehatan pada penduduknya.

Sebagai info, Guiyu di Provinsi Guangdong merupakan lokasi situs limbah elektronik terbesar di dunia!

Polusi Udara : Materi Partikulat (indeks PM) merupakan sebuah partikel yang didapatkan dari hasil pembakaran batu bara. Beijing menjadi salah satu kota dengan indeks PM 2,5 (materi partikulat dengan diameter diatas 2,5 mikrometer). Masalah yang ditimbulkan oleh keberadaan partikel halus tersebut adalah penyakit bronkitis, asma, kanker paru-paru, penyakit kardiovaskuler, dan lain sebagainya.

Sebagai info, batu bara adalah biang kerok polusi udara di Tiongkok. Diketahui lebih dari 6 juta ton batubara dibakar setiap hari.

Berikut 10 kota yang ada di Tiongkok yang termasuk kota paling kotor, seperti yang dilansir majalah China Underground :

1. Tianjin

Tianjin dianggap sebagai kota industrinya Tiongkok. Semua hal diproduksi disini.

Tianjin merupakan salah satu kota di Tiongkok yang ternyata menjadi kota terkotor dalam penilaian. Kota yang menyandang status kota setingkat propinsi ini (selain Chongqing, Beijing, dan Shanghai) menempati urutan ke-4 sebagai kota terbesar di Tiongkok. Masalah polusi udara menjadi masalah utama, yang mengakibatkan kota ini tidak layak untuk dikunjungi.

Pada tahun 2015, telah ditemukan kadar natrium sianida yang tinggi di stasiun pemantauan air limbah Tianjin; yang kemudian menjadi sebab meninggalnya 170 orang. Tidak heran jika kota ini menjadi salah satu kota terkotor yang ada di Tionglok.

2. Zhengzhou, Henan

Masyarakat setempat membutuhkan udara bersih untuk dihirup. Sayangnya itu tidak terdapat di kota Zhengzhou.

Kota yang mendapat predikat sebagai kota terkotor di Tiongkok lainnya adalah Zhengzhou, Henan. Pada tahun 2014, berdasarkan laporan yang diperoleh dari agen perjalanan Laojun Mountain Natural Reserve, menunjukkan beberapa foto dokumentasi yang mengungkap bahwa masyarakat yang tinggal di Zhengzhou menghirup udara melalui kantong-kantong udara yang tertutup.

Hal ini seolah mempertegas betapa kotornya udara yang ada di Zhengzhou. Selain itu, kondisi air disana juga tidak lebih baik daripada keadaan udaranya.

3. Langfang, Hebei

Gedung-gedung tinggi yang diselimuti asap kabut, merupakan ciri khas dari kota ini.

Posisi lanfang sendiri terapit antara kota Tianjin dan juga Beijing. Dikarenakan dasar dari perekonomian di kota ini berasal dari manufaktur dan juga teknologi, maka tidak heran jika udara yang ada di sini sudah tercemar. Bahkan, berdasarkan laporan dari kementerian pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan, Langfang berada di daftar 74 kota terkotor yang ada di Tiongkok.

4. Jinan, Shandong

Tampak bangkai ikan dan limbah yang mengapung di sungai. Sebenarnya hal ini tidak ada bedanya dengan sebagian besar sungai di Indonesia.

Kota terkotor selanjutnya yang ada di Tiongkok adalah Jinan. Sama seperti yang ada di Hebei, di kota ini jbaik udara maupun juga airnya sudah dianggap tercemar sampai level kronis 🙁

5. Hengshui, Hebei

Tampak asap kuning yang keluar dari salah satu cerobong pabrik. Asap atau gas apakah itu, sampai berwarna kuning kecoklatan?

Henghsui merupakan kota yang terletak di propinsi Hebei bagian selatan. Kota ini mengalami masalah lingkungan berupa pencemaran air dan pokusi udara. Bahkan, kota yang memiliki jumlah penduduk mencapai 4 juta jiwa tersebut juga mengalami permasalahan berupa kekurangan air minum.

6. Handan, Hebei

Keadaan di kota ini mengingatkan kita, pada masa-masa revolusi industri di Inggris akhir tahun 1700-an.

Handan sendiri merupakan kota kelahiran kaisar pertama di Tiongkok, yaitu Qin Shihuang. Sekarang, kota ini telah masuk ke daftar kota paling kotor di Tionglok. Salah satu faktor utama penyebab tercemarnya udara di sini adalah berasal dari pabrik.

Namun pemerintah sudah mulai melakukan cara mengatasi pencemaran udara tersebut,  dengan mengurangi setidaknya 40 juta ton penggunaan batu bara (kekurangab produksinya dialihkan ke propinsi lain), serta mengurangi penggunaan semen dan baja sampai 60 juta metrik ton.

7. Tangshan, Hebei

Siang dan malam tidak ada bedanya disini. Cahaya matahari sudah jarang bisa tembus sampai ke permukaan tanah, karena selalu diselimuti kabut tebal.

Jumlah penduduk yang tinggal di Tangshan, Hebei, berjumlah kurang lebih 7 juta jiwa. Kota ini juga menjadi salah satu kota yang paling tercema. Hal ini disebabkan oleh produksi mesin kendaraan bermotor, kaca, bahan tekstil, semen, minyak bumi, semen, baja, dan lain sebagainya.

8. Shijiazhuang, Hebei

Melihat foto ini, tidak tahu apakah masih terdapat manusia2 yang sehat didalamnya.

Ibu kota dari propinsi Hebei ini juga sudah tercemar udara dan airnya. Hal ini karena kota tersebut menjadi pusat dari transportasi dan bermacam-macam industri. Bahkan, ia menjadi pusat produksi kimia dan juga baja. Organisasi World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa tingkat polusi kabut asap disini dianggap sudah membahayakan jiwa penduduk.

9. Xingtai, Hebei

Tampak aktivitas masyarakat di kota Xingtai. Mereka seharusnya diberikan masker sebagai perlindungan.

Pada tahun 2013, ditemukan bahwa kota Xiangti, Hebei, sudah tercemar udaranya sebanyak 155 mikrogram per meter kubik. Bahkan ada beberapa kondisi dimana kegiatan apapun di luar ruangan dilarang untuk dilakukan apabila angkanya sudah diatas 300 mkg.

10. Baoding, Hebei

Menyandang predikat kota nomor 1 dengan tingkat kualitas udara terburuk, memaksa pemerintah pusat harus mengambil langkah penting untuk menyelamatkan seisi kota ini.

Kota dengan penduduk mencapai 10 juta jiwa ini juga memiliki kualitas udara yang terburuk se Tiongkok! Salah satu pencemaran di kota Baoding, Hebei, adalah karena adanya sistem ketel uap dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar energi. Pada tahun 2010, Baoding ditetapkan sebagai pilot proyek Tiongkok untuk memperkenalkan zona rendah karbon, menjadi pusat bagi perusahaan energi terbarukan.

 

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: eitss, mau apa nih?