Last Updated on 17 July 2021 by Herman Tan

Andrei Angouw (1971) resmi menjadi Wali Kota beragama Konghucu pertama di Indonesia. Pada Senin, 10 Mei 2021, Andrei Angouw bersama wakilnya dilantik sebagai Walikota Manado periode 2021-2024 oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara.

Hal ini karena berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) LSI per hari ini (11/12), pasangan Andrei Angouw -Richard Sualang sudah unggul sekitar 36% di kota Manado. Ia merupakan seorang politisi yang berlatar belakang pengusaha, yang lahir dan besar di kota Manado.

Berbekal kendaraan politik PDI Perjuangan, Ia terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara 3 periode berturut2, sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Utara sejak 16 Februari 2016. Kala itu, Andrei Angouw juga tercatat sebagai Ketua DPRD yang beragama Konghucu pertama di Indonesia.

Ini merupakan torehan sejarah baru bagi penganut Konghucu di Indonesia, yang akhirnya memiliki keterwakilan di tingkat pemerintahan.

A. Biografi Andrei Angouw, Wali Kota yang beragama Konghucu pertama di Indonesia

Nama : Andrei Angouw (Hanzi : 洪xx, Pinyin : Hong xx)
Etnis : Hokkian (Tionghoa)
TTL : Manado, 23 Mei 1971

Orang tua :
Istri : Irene G. Pinontonan (2003)
Anak : 4 (Ansell, Abillio, Anthony, Annabel)

Agama : Konghucu (儒教; Rujiao)
Partai Politik : PDI Perjuangan (2009 s/d sekarang)

Andrei Angouw ketika dilantik sebagai Ketua DPRD beragama Konghucu pertama di Indonesia, oleh Ketua Pengadilan Tinggi Manado Mabrug Nur, 16 Februari 2016 (foto : manadones.com).

Riwayat Pendidikan :

1977-1983 : SD RK III Manado
1983-1986 : SMP Khatolik Fr. Don Bosco Manado
1986-1989 : SMA Khatolik Rex Mundi Manado

1989-1992 : Bachelor of Science in Industrial and System Engineering at Univesity of Southern California, Los Angeles, USA
1992-1994 : Master of Business Administration (MBA) at University of Southern California, Los Angeles, USA

Riwayat Jabatan :

1. Anggota DPRD Sulawesi Utara masa bakti 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.
2. Ketua Komisi III DPRD Sulut (bidang pembangunan) masa bakti 2014-2019.
3. Ketua DPRD Sulawesi Utara masa bakti 2016-2020 (mengundurkan diri pada September 2020, karena mencalonkan diri sebagai calon walikota Manado bersama Richard H.M. Sualang).

4. Walikota Manado masa bakti 2021-2024 (masa jabatan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2020 hanya sekitar 3 tahunan, bukan 5 tahun, mengingat pada akhir tahun 2024 mendatang Pilkada serentak akan kembali digelar. UU Pilkada No.10 tahun 2016 & UU Pemilu No.7 tahun 2017 mengatur mekanisme tersebut³).

Karir Partai :

1. DPD PDI-P Wakil ketua 2005-2015, Bendahara 2015-2025.

Penghargaan :

1. Bintang Kehormatan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) tahun 2018.

Quote :

“Cita cita saya adalah tinggal dengan aman dan nyaman di Kota Manado, dan berkontribusi secara aktif dalam perkembangannya ke depan. Kota dimana saya akan menghabiskan sisa hidup saya, kota dimana anak & cucu saya akan tinggal dan menjalani kehidupannya kelak. Kota yang telah melahirkan, membesarkan, dan memberikan kehidupan yang begitu baik bagi saya dan keluarga saya” – AA, Juni 2018.

“Tertarik dengan politik karena muncul ketidakpuasan ketika melihat Kota Manado. Ini tahun 2000-an setelah saya kembali dari Amerika. Saat itu saya berpikir, untuk bisa membenahi (kota), harus masuk ke politik. Jadilah saya tertarik dengan politik,” AA, 2021.

Demografi Kota Manado :

Baca Juga :  Ritual Tradisi Bakar Tongkang; Kearah Mana Tiang Kapal Akan Jatuh?

Nama Mandarin : 萬鴉老 (Wan Ya Lao); alternatif/kemiripan bunyi 美那多 (Mei Na Duo)
Jumlah penduduk : 433.635 (data 2019)
Luas wilayah : 161 km²

Agama : Kristen 62,78%, Islam 31,33%, Khatolik 5,05%, Buddha 0,57%, Hindu 0,17%, Konghucu 0,1% (sensus 2010)
Etnis : Minahasa (mayoritas), Sangir, Gorontalo, Mongondow, Tionghoa, Jawa, Arab.
Bahasa : Manado (kesehariannya), Indonesia.

Baca juga : Tjhai Chui Mie : Walikota Wanita Tionghoa Pertama di Indonesia, Ahoknya Versi Wanita!

B. Perjalanan Karir Politik Andrei Angouw

1. Sebagai Anggota DPRD Sulawesi Utara (2009-2020)

Andrei Angouw merupakan seorang politikus dari fraksi PDI Perjuangan tulen. Ia berdarah Tionghoa dan merupakan orang yang beragama Konghucu pertama yang berhasil menjabat posisi Ketua DPRD di Indonesia. Ia memiliki latar belakang pengusaha dan sebelumya pernah menjadi direktur PT. Gapura Utarindo.

Perjalanan politik Andrei dimulai ketika dia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara periode 2009-2014 (dari Dapil Sulawesi Utara 1 yang meliputi kota Manado).

Ia lalu terpilih kembali pada periode 2014-2019. Pada periode inilah dia mulai menapaki kariernya ketika terpilih sebagai Ketua Komisi III DPRD Sulut (bidang pembangunan).

Lalu kemudian pada tahun 2016 menjadi Ketua DPRD Sulawesi Utara, ketika ditunjuk menggantikan Steven Kandouw yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara bersama Olly Dondokambey.

Ia pun kembali terpilih untuk ke-3 kalinya pada periode 2019-2024, dan berhasil mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulawesi Utara (secara definitif); sebelum kemudian mengundurkan diri pada 9 September 2020, karena mencalonkan diri sebagai calon Walikota Manado bersama Richard H.M. Sualang.

Tampak Andrei Angouw (paling kanan) ketiak diambil sumpah jabatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Manado Arif Supratman, 2 Oktober 2019 (foto : beritamanado.com).
Andrei Angouw sewaktu dilantik sebagai Pimpinan DPRD Sulut beragama Konghucu pertama di Indonesia, 2 Oktober 2019 (foto : beritamanado.com).

Baca juga : Daftar Marga Tionghoa yang di Indonesiakan

2. Sebagai Walikota Manado (2021 -)

Nama Andrei mulai mencuat sebagai salah satu bakal calon Walikota Manado dari PDI Perjuangan pada pertengahan 2020. Dia dianggap memiliki modal tingkat keterpilihan yang tinggi di masyarakat kota Manado.

Waktu itu dia pernah menyampaikan, bahwa dia masih menunggu instruksi dari DPP PDI Perjuangan, karena sebagai kader dia wajib mengikuti apapun keputusan partai.

Tantangan terberatnya ketika resmi dicalonkan adalah PDIP, adalah karena partai itu belum pernah sekalipun memenangkan kontestasi pemilihan Walikota Manado.

Berbekal pengalaman 3x terpilih berturut2 sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara, Andrei berhasil memenangkan pemilihan Walikota Manado yang digelar KPU pada tanggal 9 Desember 2020, dengan jumlah suara xx %.

Pada tanggal 10 Desember 2020, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa kemenangan Andrei Angouw -Richard Sualang di kota Manado berdasarkan hasil hitung cepat (quick count). Hasto pun menyatakan bahwa calon walikota Andrei Angouw itu bakal menjadi walikota pertama yang beragama Konghucu di Indonesia.

C. Catatan Terpilihnya Andrei Angouw Sebagai Walikota Manado yang Beragama Konghucu

1. Kutipan catatan dari Ws Sofyan Jimmy Yosadi, SH (楊传贤), Ketua Bidang Hukum & Advokasi MATAKIN (印尼孔教總會), Wakil Ketua Tim Pemenangan Andrei Angouw cs (Manado, 10 Desember 2020) :

Baca Juga :  Ritual Tradisi Bakar Tongkang; Kearah Mana Tiang Kapal Akan Jatuh?

Ketika menjadi calon Walikota Manado, Andrei Angouw didera kampanye negatif. Dia diserang karena agamanya yang minoritas (Khonghucu).

Ironisnya, ketika Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu yang sarat dengan politik identitas (Ahok, Tionghoa Kristen), banyak masyarakat kota Manado dan Sulawesi Utara yang protes dan tidak menyukainya. Alasannya, karena “jualan agama” dianggap bertentangan dengan prinsip demokrasi bangsa Indonesia.

Namun anehnya, disaat Pilkada kota Manado 2020, justru mereka2 yang dulu menentangnya malah bersikap ambigu, dengan memakai politik identitas dan menyerang keyakinan Andrei Angouw sebagai calon Walikota Manado, demi membela kandidat yang didukungnya.

Ketika semakin intens diserang, banyak reaksi untuk melaporkan hal ini ke polisi, dan melakukan proses hukum. Saat diminta pendapat hukum, berkali2 Saya harus berusaha menahan keinginan banyak orang, demi menjaga elektabilitas Andrei Angouw dan mendapatkan simpati masyarakat Kota Manado.

Yang mengejutkan Saya, justru banyak tokoh agama, bahkan ada yang aktif sebagai Pengurus FKUB justru memakai politik identitas dan menyerang keyakinan Andrei Angouw secara terselubung. Saya bahkan hingga detik2 menjelang pemilihan pada tanggal 9 Desember 2020 berusaha mengimbangi dan menetralkan situasi dalam diskusi2 di beberapa grup Whatsapp.

Dengan terpilihnya Andrei Angouw yang beragama Khonghucu, adalah pertama kalinya dalam sejarah walikota di seluruh Indonesia berasal umat Khonghucu. Di kota Singkawang, walikotanya seorang perempuan Tionghoa bernama Tjhai Chui Mie (2017-2022). Walau banyak orang mengatakan dia beragama Khonghucu, namun sebenarnya masih ber-KTP Buddha.

Ketika masa Orde Baru yang represif, umat Khonghucu tidak bisa mencantumkan agama Khonghucu di KTUP dan KK. Padahal, agama Khonghucu sudah ada di Indonesia, dan dipeluk oleh sebagian penduduknya (etnis Tionghoa) jauh ratusan tahun sebelum Indonesia Merdeka.

Politik diskriminasi dari rezim Orde Baru membuat hak2 sipil umat Khonghucu terbelenggu. Banyak umat Khonghucu “digiring” untuk mengisi kolom agama di KTP dengan agama2 yang resmi & diakui versi pemerintah, dan mayoritas terpaksa mencantumkan Buddha pada KTP-nya.

Setelah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memulihkan hak2 sipil umat Khonghucu pada tahun 2000 (Keppres No. 6 tahun 2000. mencabut Inpres No.14 tahun 1967), barulah mereka bisa mengisi kolom agama di KTP dengan agama Khonghucu, sebagaimana jaminan dan amanat Konstitusi UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Pada Kamis, (17/12), Andrei Angouw mengonfirmasi bahwa dirinya telah positif terjangkit Covid-19, setelah melakukan tes swab pada hari Senin (17/12). Ia telah menjalani isolasi mandiri, dan berharap bisa secepatnya sembuh dari virus ini.

2. Update 18 Desember 2020 :

Dalam rapat pleno terbuka yang digelar di hotel Peninsula Manado, Kamis, 17 Desember 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan pasangan Andrei Angouw – Richard H.M Sualang sebagai pemenang untuk Pilkada kota Manado, dengan suara 36,7% (88.303 suara).

Baca Juga :  Ritual Tradisi Bakar Tongkang; Kearah Mana Tiang Kapal Akan Jatuh?

Mereka berhasil mengugguli pasangan Julyeta P.A Runtuwene – Harley A.B Mangindaan di posisi ke 2 dengan suara 27,7% (66.730 suara), disusul Mor D Bastiaan – Hanny J Pajouw dengan 22,1% (53.090 suara), dan Sonya S Kembuan – Syarifudin Syafa dengan 13,4% (32.224 suara).

3. Update 10 Mei 2021 :

Pelantikan Wali Kota Manado Andrei Angouw (kiri) bersama Wakilnya, oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Senin, 10 Mei 2021 (foto : manadopost.jawapos.com).
Tampak Andrei Angouw ketika diambil sumpahnya diatas kiab suci agama Konghucu (四書五經; Sishu Wujing) oleh seorang pemuka agama Konghucu.

Pada Senin, 10 Mei 2021, Andrei Angouw bersama wakilnya dilantik sebagai Walikota Manado periode 2021-2024 oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara (foto : manadopost.jawapos.com).

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat-Nya, maka pada hari ini saya Gubernur Sulawesi Utara, atas nama Presiden RI, dengan resmi melantik saudara Andrei Angouw sebagai waki kota Manado dan dr Richard Sualang sebagai wakil wali kota Manado masa jabatan 2021-2024, berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri RI No. 131.71/294 Tahun 2021 tanggal 22 Februari 2021, dan No. 131.71/994 Tahun 2021 tanggal 9 April 2021. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” Olly Dondokambey.

Usai pelantikan, AA (sapaan khas Andrei Angouw) mengatakan, mereka akan langsung melaksanakan agenda perdana. “Kita akan langsung bekerja. Di awali dengan rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kota Manado,”

4. Catatan Penulis :

Dengan terciptanya sejarah terpilihnya seorang minoritas sebagai Walikota, hal ini seakan menegaskan bahwa politik identitas tidak lagi menjadi ancaman utama di Negara Indonesia yang menganut sistem Demokrasi.

Masyarakat di kota Manado yang mayoritas Kristiani (67,83%; sensus 2010) juga ternyata cukup terbuka, dengan menerima kehadiran seorang yang berasal dari etnis minoritas, yang akan menjadi Walikotanya.

Namun sayangnya, sebagai keterwakilan agama etnis minoritas, beliau tidak pernah tampil di publik dengan pose bersembahyang di Lithang atau Kelenteng. Alih2, beliau malah lebih banyak “blusukan” ke gereja2, dimana merupakan agama mayoritas di Manado.

Prinsip beliau, seperti yg sudah banyak kali dikemukakan, adalah 1 program (sevisi misi) dengan pemerintah pusat, dengan pemerintah propinsi. Membebek saja, tanpa ada program atau kebijakan yang berarti.

Bahkan dikala pandemi Covid-19 gelombang ke-2 menghantam, tidak ada aksi nyata beliau dalam menekan angka kasus terpapar (positif). Kegiatan beraktivitas masyarakat di Manado masih biasa2 saja. Tidak ada himbauan tegas apapun ke masyarakat.

Referensi :

1. Wikipedia – Pemilihan umum Wali Kota Manado 2020
2. KPU – Hasil Pilkada Manado 2020 (ver. KPU)
3. Media Indonesia – Mendagri Sebut Pilkada 2024 Sesuai Jadwal
4. CNN Indonesia – Unggul di Manado, Andrei Akan Jadi Walikota Konghucu Pertama di Indonesia
5. Ws Sofyan Jimmy Yosadi, SH (楊传贤), Ketua Bidang Hukum & Advokasi MATAKIN (印尼孔教總會)
6. Andrei-Richard Resmi Pimpin Manado Tiga Tahun ke Depan
7. Dilantik Hari Ini, Begini Sosok Andrei Angouw yang jadi Wali Kota Konghucu Pertama di Indonesia

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!