Last Updated on 1 May 2021 by Herman Tan

Tingkatan pemimpin/penguasa yang paling baik itu adalah yang rakyat tahu kalau Beliau itu ada. Tingkatan berikutnya, rakyat menghormati dan mengelu2kan beliau. Tingkat lebih rendah lagi, rakyat takut kepadanya. Tingkat yang paling rendah, rakyat meremehkan dan membencinya.

Bila kejujuran dan ketulusan pemimpinnya kurang, masyarakat otomatis tidak akan percaya kepadanya. Kalau pemimpinnya selalu berhati-hati dalam memperhatikan kebutuhan rakyatnya, dan tidak terlalu mudah memberikan perintah atau membuat peraturan-peraturan, semua masalah akan terselesaikan dan berhasil secara alamiah.

Biarkan rakyat mengatakan bahwa kami memang menyelesaikan segalanya secara alamiah.

道德经  – 十七 (Dao De Jing – 17)

太上, 下知有之; 其次, 亲而誉之; 其次, 畏之; 其次, 侮之.
(Tai shang, xia zhi you zhi; Qi ci, qin er yu zhi; Qi ci, wei zhi; Qici, wu zhi).
信不足, 焉有不信焉. 悠兮, 其贵言. 功成事遂, 百姓皆谓 ‘我自然’.
(Xin bu zu, yan you bu xin yan. You xi, qi gui yan. Gong cheng shi sui, bai xing jie wei ‘Wo zi ran’).

Nabi Lao Zi ingin menunjukkan tingkatan mutu pemimpin/penguasa sebuah Negara di dunia ini. Menurut Nabi Lao Zi (老子), sebetulnya ada 4 kategori tingkatan mutu seorang pemimpin, yaitu :

1. Tingkat kualitas yang terbaik dari seorang pemimpin adalah yang memerintah rakyatnya dengan sikap 无为而无所不为 (Wu Wei Er Wu Suo Bu Wei), yang berarti TIDAK BERBUAT NAMUN SELALU BERBUAT!

Pemimpin dengan kualitas ini tidak dengan sengaja membuat banyak peraturan ataupun memberikan perintah-perintah yang bisa mengekang rakyatnya. Pemimpin seperti ini membiarkan rakyat dan Negaranya berkembang secara bebas dan alamiah.

Mereka hanya berusaha untuk selalu memperhatikan kebutuhan alamiah rakyatnya dan membimbing rakyatnya juga secara alamiah.

Dengan demikian, rakyatnya mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya dan hidup dengan bahagia. Karena kehidupan rakyatnya sejahtera, rakyat tidak membutuhkan dan mencari tempat untuk mengeluh, sehingga rakyatnya otomatis tidak merasakan bahwa penguasa yang memimpin mereka masih ada.

Keadaan ini pernah dialami Huang Di¹ (黃帝; Kaisar Kuning) ketika masih memimpin masyarakatnya di lembah Gunung Gong Tong (崑崙; Kunlun) pada jaman dulu. Setelah Negara dan rakyatnya hidup sejahtera, Huang Di kemudian mengundurkan diri dan belajar TAO kepada Nabi Guang Cheng Zi (广成子).

Lebih baik menjadi orang yang dihormati karena bermanfaat bagi orang lain,

daripada dihormati hanya karena jabatannya!

2. Pemimpin dengan kualitas kedua mempunyai ciri khas selalu memberikan jasa-jasa pelayanannya kepada rakyat yang dipimpinnya, memerintah dan membuat peraturan dengan selalu mendahulukan kepentingan rakyat, tidak otoriter, tidak  bersifat diktator, tidak merasa paling tinggi kedudukannya, dan tidak menyebabkan rakyatnya merasa dirinya lebih istimewa.

Baca Juga :  Inilah 10 Perbedaan Agama Buddha dan TAO

Beliau sangat ramah dan rendah hati, sehingga bisa bersatu dengan rakyatnya secara terhormat.

3. Pemimpin dengan kualitas ketiga biasanya sangat ditakuti rakyatnya. Pemimpin jenis ini selalu menunjukkan bahwa dialah satu-satunya orang yang berkuasa, dia yang membuat peraturan2 dan perintah yang mengekang kebebasan rakyatnya.

Seringnya, peraturan2 itu sengaja dibuat untuk menakuti dan mengancam rakyatnya dengan alasan supaya bisa hidup lebih teratur menurut kehendak pemimpin. Rakyat merasa jengkel, tapi juga takut, sehingga hidupnya pun hanya untuk mencari selamat. Akhirnya, semua rakyatnya menjadi apatis.

4. Pemimpin yang paling buruk adalah pemimpin yang sudah tidak punya hati nurani. Pemimpin jenis ini hanya bisa menggunakan kekuasaan untuk membodohi dan memeras rakyatnya. Mereka sama sekali tidak menganggap rakyatnya seperti anaknya sendiri.

Sebaliknya, mereka selalu menyiksa dan memperbudak rakyat. Sedikit2 mereka menggunakan peraturan hukum untuk menghukum dan merampas harta kekayaan yang seharusnya milik rakyatnya.

Oleh karena itu rakyat juga tidak percaya lagi kepada pemimpinnya. Rakyat menjadi benci, dendam, dan mulai berani melawan pemimpinnya.

Secara diam-diam mereka selalu menghina dan mencemooh pemimpinnya. Akhirnya, setelah semuanya tidak bisa lagi menahan kemarahan, rakyat pun bangkit memberontak dan menggulingkan kekuasaan yang buruk itu. (sumber : Dao De Jing – Dr. I.D Lika, Msc; Google Books).

Catatan : Kaisar Huangdi (±2698–2598 SM), merupakan penggagas pertama dalam penanggalan Imlek (ilustrasi : lieqi.com)

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!