Last Updated on 2 April 2022 by Herman Tan

Seiring perkembangan jaman, lahan2 di perkotaan semakin habis. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan untuk fasilitas publik, terkadang memaksa pemerintah untuk mengalihfungsikan suatu lahan perkuburan menjadi lahan publik.

Jika sudah begitu, “penghuni2” yang ada sana mau tidak mau harus pindah, dan “rumahnya” dibongkar. Sebuah kuburan/makam dapat dibongkar apabila memenuhi salah satu syarat berikut :

1. Lokasi kuburan akan dialihfungsikan, seperti dibangun sarana umum, gedung, perumahan, dsb.

2. Sisa jasad mendiang akan dikremasi karena kondisi lingkungan dianggap sudah tidak layak, seperti banyak penghuni liar (preman kampung), kompleks pemakaman yang terlantar (kotor), dsb.

3. Kuburan leluhur sudah tidak terurus lagi, seperti anak cucu banyak yang sudah meninggal, pindah daerah, pindah agama terutama orang2 yang sudah pindah agama K MAKIN MALAS datang tengok/ziarah ke kuburan), dsb.

Baca juga : Tong Shu, Buku Panduan Dalam Memilih Hari dan Tanggal Baik, Perhitungan Weton-nya Orang Tionghoa

Untuk kasus2 diatas, memang dianjurkan untuk dikremasi, dan abunya dilarung habis saja. Apalagi yang sudah meninggal puluhan/ratusan tahun, dimana biasanya rohnya sudah reinkarnasi. Nanti tinggal cari hari baik dan lokasi laut yang baik, biasanya fengshuinya akan membaik.

Namun jika anak cucunya masih menghendaki, sisa jasad dapat dipindah ke lokasi kuburan yang baru, atau disatukan dengan kuburan keluarga lainnya. Ritual bongkar kubur bisa dilakukan sesuai kepercayaan masing2.

Lalu sisa tulang akan dikumpulkan, dibersihkan dari tanah2 yang menempel, lalu diisi pada sebuah peti mati kecil (disusun sesuai anatomi apabila bagian2nya masih dapat dikenali), yang kemudian dibungkus dengan kain merah.

Karena kuburan2 yang tidak terawat, cepat atau lambat bongpay dan badan kuburnya akan retak/rusak akibat akar2 pohon yang tumbuh lebat. Apalagi sampai menutupi seluruh makam (sudah tidak terlihat lagi).

Tampak upacara bongkar makam/kuburan secara agama Tao (Foto dokumentasi : PUTI)

Baca juga : Inilah Fengshui Makam Orang Hidup (Shengji) Yang Perlu Anda Ketahui

Hal ini akan mengakibatkan fengshui kuburan menjadi jelek, dan berdampak buruk bagi keturunannya! (biasanya sampai 3 generasi ke bawah).

Fengshui makam umumnya akan berpengaruh ke anak laki2. Kalau ada anak perempuan, ini hanya berlaku bagi yang perawan tua belum menikah.

Sementara bagi anak perempuan yang sudah menikah (keluar) TIDAK KENA fengshui orang tua/leluhurnya lagi, karena dia akan masuk hitungan ke keluarga mertuanya.

Upacara dalam memindahkan kuburan/makam dan mengambil tulang itu sangat penting, dan tidak mudah dalam pelaksanaannya. Sedikit kecerobohan akan menyebabkan banyak kebodohan. Seperti kata pepatah, 入土为安,破土为凶 (Rùtǔ wéi ān, pòtǔ wéi xiōng) yang artinya kira2 “Masuk ke tanah itu aman, merusak tanah adalah kejahatan.”

Baca Juga :  Mengintip Perjalanan Arwah; Bagaimana "Kehidupan" Mereka Disana?

Makam itu bagaikan “reinkarnasi kedua” leluhur, Jadi harus diperlakukan dengan hati2! Mengambil tulang leluhur juga dikenal sebagai “memungut emas”. Sesuai dengan namanya, emas itu berharga. Karena itu harus diambil dan ditempatkan kembali secara utuh dan bersih.

Sama seperti upacara penguburan peti mati pertama kali, proses bongkar kuburan dan pindah makam juga perlu dilihat jam dan hari baiknya menurut perhitungan Tongshu.

Karena percaya atau tidak, jika SALAH, biasanya akan “manggil” ke saudara/i kandungnya, atau ke anaknya, atau ke kerabat familinya yang jauh, dalam kurun waktu < setahun.

Dalam hitungannya, yang “kena” biasanya adalah yang shionya ciong dengan shio almarhum/ah menurut Tongshu. Kalau sudah seperti ini, biasanya sudah tidak bisa di cisuak lagi (penangkal), selain banyak2 berbuat kungtek.

Pemakaman Berat (重丧)

Dalam proses pemakaman, tidak peduli seberapa mendesak pemakamannya, Anda harus menghindari hari pemakaman yang berat (heavy mourning).

Pemakaman berat, berarti akan ada 1, 2, atau 3 anggota keluarga yang mati berturut2, satu demi satu. Setelah kematian orang pertama, dalam tempo 100 hari s/d setahun (bahkan ada juga yang kurang dari 100 hari), akan ada kecelakaan atau penyakit yang menyebabkan perkabungan (kematian) dalam keluarga.

Tapi ini juga objektif. Jika Anda benar2 menghadapinya, seperti dalam keadaan khusus (seperti di masa pandemi Covid-19 ini) dimana tidak dapat memilih hari baik, sehingga terpaksa harus bergegas untuk mengubur, gunakan metode/cara Fengshui Zhong Sang Fak (重丧法) untuk mengatasinya.

Jadi jangan terlalu kuatir.

Baca juga : Setelah Dikremasi, Abu Jenazah Disimpan di Rumah Abu atau Dilarung ke Laut?

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!