Last Updated on 4 December 2021 by Herman Tan

Tong Shu (通书), atau Tong Sheng (通勝; ejaan Kanton : Tung Shing), atau Tung Shu adalah suatu buku almanak yang berisi petunjuk dan perhitungan, dimana memiliki peranan yang penting dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Tong Shu berarti “Buku panduan yang berisi berbagai macam hal”. Tung () berarti “semua”, dan Shu (书) berarti “buku”, jadi secara harafiah artinya “Buku yang maha tahu”. Nah, kalau orang2 Jawa menggunakan buku primbon, orang2 Tionghoa menggunakan buku Tongshu sebagai panduan.

A. Apa Saja Kegunaan Buku Tong Shu?

Praktisi/ahli Fengshui di jaman sekarang menggunakan petunjuk buku Tong Shu, untuk memilih hari, tanggal dan waktu yang baik/tepat dalam melaksanakan berbagai kegiatan acara penting, seperti :

• Menentukan tanggal pernikahan,
• Menentukan tanggal kelahiran calon bayi,
• Menentukan waktu penguburan (kematian),
• Pembukaan bisnis/usaha baru,

• Naik rumah baru,
• Awal pembangunan bangunan bertingkat/apartemen,
• Penandatanganan kontrak besar,
• Melakukan perjalanan jauh, dsb.

Buku Tong Shu sendiri berisi penanggalan Imlek dalam setahun, mencakup ilmu Fengshui, ilmu astronomi, awal setiap musim, terjadinya gerhana, teologi (konsep kepercayaan Dewa-Dewi), pengobatan herbal untuk penyakit tertentu (musiman), jimat/Hu penolak bala, ramalan firasat/tafsir mimpi, membaca garis wajah, membaca garis tangan, kutipan nilai etika, angka baik dan buruk, dan poem/puisi.

Selain itu, terdapat juga beberapa tabu yang harus diperhatikan orang setiap harinya, dengan berbagai peristiwa yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan.

B. Sejarah Tong Shu : Dimulai Sejak ±4300 Tahun yang Lalu!

Kalender harian Cina yang lengkap, disebut juga kalender Tong Shu (通书), atau Tong Sheng (通勝; ejaan Kanton : Tung Shing), atau kalender Fengshui (ilustrasi : dinaviriya.com)

Baca juga : Kalender Cina (Kalender Imlek) : Arti Penjelasan dan Cara Membacanya!

Menurut catatan sejarah kitab Shu Jing 書經 (buku catatan sejarah yang ditulis oleh Kong Zi; buku yang dikerjakan Beliau tersebut aslinya tersusun dari ratusan dokumen sejarah dari abad ke 24 – 8 SM), awal mula dari Tong Shu tercatat pada 2 bab yang pertama, sekitar abad ke-22 SM.

Menurut catatan tersebut, pada waktu pemerintahan Kaisar Yao 尧 (±2356-2255 SM), beliau memerintahkan para pejabat astronomi untuk mengobservasi fenomena2 langit, seperti matahari terbit, matahari tenggelam, peredaran bulan, dan terbitnya bintang2 di langit malam.

Hal tersebut dilakukan untuk membuat kalender matahari dan bulan yang berisi 366 hari selama tahun, serta menyediakan bulan kabisat. Ini adalah bentuk Tong Shu yang paling sederhana waktu itu.

Pada awal Dinasti Qin (221-206 SM), informasi dari kalender almanak mulai berkembang. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi waktu, dan mengkategorikan musim2 untuk tujuan agrikultural. Lalu pada awal Dinasti Han Timur (25-220 M), terdapat beberapa teori kalender almanak di masyarakat.

Seorang Kaisar kemudian mentitahkan untuk menggunakan teori 5 elemen, ketika muncul konflik di antara teori2 yang banyak beredar. Konsep Almanak China (Tong Shu) mulai matang pada masa Dinasti Song (960-1279 M).

Tong Shu disebut juga Almanak Petani, karena pada jaman dulu digunakan untuk memandu para petani Tiongkok dalam masa bertani. Tong Shu sendiri didasarkan pada sistem penanggalan Kaisar Kuning (黃帝; Huang Di) pada era/masa kepemimpinannya ±2697-2597 SM. Perhitungan ini disebut Huangdi Era (HE).

Seiring dengan perkembangan jaman, catatan2 pada Tong Shu ini telah berulang kali dilengkapi dan diperbaiki, sehingga membentuk sebuah sistem kalender yang sangat komplit. Buku Tong Shu ini pada dasarnya berisi informasi mengenai hari-hari yang baik serta hari-hari yang kurang baik dalam menjalankan aktivitas tertentu, dan pada jam-jam tertentu.

Salah satu yang ikut menyempurnakan buku Tong Shu adalah Thio Tian Su (Hanzi : 张道陵; pinyin : Zhāng dàolíng) yang merupakan pendiri Taoisme () di jaman dinasti Han (206 SM-220 M). Zhang Tian Shi (張天師; 34-156 M) dikenal juga sebagai salah satu Dewa Pengobatan.

Ia memiliki keahlian membuat obat2an panjang umur yang diperoleh dari buku2 kuno, dan menciptakan berbagai macam Hu (Hanzi : 符; pinyin : ), untuk menolak berbagai macam penyakit dan bala. Uniknya, Hu yang ditulis dalam aksara/karakter kuno  mandarin ini tidak bersifat rahasia, karena tercantum dibagian halaman2 belakang buku Tong Shu.

Baca Juga :  Jadwal Sembahyang Hari Raya Tionghoa Tahun 2020

Namun soal apakah Hu ini ampuh atau tidak bagi si pengguna, bergantung pada kekuatan spiritual si pembuatnya.

Baca juga : Inilah Rahasia Dibalik Penulisan Kertas Kuning HU (Fu; 符)!

C. Penerapan Tong Shu Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tong Shu (Tung Shu) sering digunakan sebagai panduan dalam Fengshui terapan/sehari-hari

Baca juga : Inilah 5 Cara Dalam Membaca Garis Tangan Seseorang

Metode yang digunakan dalam perhitungan Tong Shu sangat rumit, karena Tongshu pada dasarnya mengambil / menggabungkan berbagai macam perhitungan, seperti :

Konsep Yinyang 陰陽), yakni positif (yang) dan negatif (yin).
Perhitungan Ba Zi (八字), atau  metode ramalan 8 karakter, yang berisi 2 angka tahun, 2 angka bulan, 2 angka hari, dan 2 angka jam.
Perhitungan 28 konstelasi langit (二十八宿; Ershiba Xiu), atau susunan rasi bintang yang disimbolkan dengan mitologi Dewa-Dewi.

5 unsur/elemen (五行 Wuxing). yakni unsur air (水), unsur kayu (木), unsur api (火), unsur tanah (土), dan unsur logam (金).
8 Trigram (八卦; Bagua).
♦ Siklus 60 Jiazi (甲子).
♦ 81 kombinasi Xuan Kong Flying Stars (玄空飞星; Xuan Kong Fei Xing) dan berbagai metode peramalan lainnya.

Yang menarik adalah buku Tong Shu kadang memiliki penanggalan yang berbeda untuk menentukan tanggal dan jam yang baik. Hal ini dikarenakan setiap Tong Shu berasal dari sebuah “resep keluarga”, yang mana versi resep (metode perhitungan) tersebut tidak harus sama.

Salah satu keluarga yang menerbitkan Tong Shu paling terkenal adalah Chai Fa Li dari Hongkong, yang mana telah menerbitkan buku2 Tong Shu nya lebih dari 6 generasi, dimulai dari leluhurnya sewaktu era Dinasti Qing akhir (1800-an).

Selain penanggalan, buku Tong Shu juga berisi penanggalan Imlek dalam setahun, mencakup ilmu Fengshui, ilmu astronomi, awal setiap musim, terjadinya gerhana, teologi (konsep kepercayaan Dewa-Dewi), pengobatan herbal untuk penyakit tertentu (musiman), jimat/Hu penolak bala, ramalan firasat/tafsir mimpi.

Selain itu, terdapat juga cara membaca garis wajah, membaca garis tangan, kutipan2 nilai etika, angka baik dan buruk, poem/puisi. juga beberapa tabu yang harus diperhatikan orang setiap harinya, dengan berbagai peristiwa yang menguntungkan maupun yang tidak menguntungkan.

Masyarakat Tionghoa memercayai bahwa takdir (sisi mentok) seseorang sudah ditentukan oleh hubungan sebab akibat (karma) sejak seseorang dilahirkan. Karena itu mereka berusaha untuk mengubah nasibnya (menjadi lebih baik), dengan menggunakan cara2 Fengshui dan petunjuk dalam buku Tong Shu ini untuk mendapat bantuan perlindungan.

Soal percaya atau tidak terhadap Tong Shu ini, penulis memiliki seorang teman yang dapat menceritakan pengalamannya terkait hal ini. Begini ceritanya.

Sekitar 10 tahun lalu, saat melakukan perjalanan ke luar negeri untuk berlibur, Ia dan keluarganya mengalami kecelakaan pesawat, dimana pesawat yang ditumpanginya tergelincir di bandara. Perjalanan wisata ini dilakukannya bertepatan dengan shio yang ciong. Uniknya, Ia, istri dan anak tunggalnya semua kena ciong di tahun tersebut (setiap tahunnya ada 4 shio ciong).

Shio ciong adalah shio seseorang yang setelah dihitung, pada hari tersebut dilarang melakukan kegiatan penting karena peruntungannya kurang baik. Karena ini dilanggar, maka terjadilah kecelakaan tersebut. Untung saja, mereka hanya cidera saja, dan tidak ada penumpang yang menjadi korban di hari tersebut.

Tampak seorang yang sedang menjelaskan isi dari buku Tong Shu

Karena alasan inilah, penulis mempercayai, bahwa setiap kecelakaan pesawat terbang, atau kapal laut yang melibatkan banyak orang, ini pasti sudah menjadi takdir dari mereka masing2. Yang entah bagaimana, semua terkumpul pada hari dan jam yang sama.

Di era modern ini, sebagian orang (terutama masyarakat Tionghoa yang telah beralih kepercayaan) menganggap bahwa isi petunjuk dari buku Tong Shu sebagian besar telah usang, tidak relevan lagi, dan dianggap takhayul.

Baca Juga :  Jadwal Sembahyang Hari Raya Tionghoa Tahun 2021

Namun sebagian lainnya masih mempercayainya. Sampai begitu besarnya pengaruh Tong Shu ini, sampai2 di setiap tahunnya buku ini laris terjual lebih dari 1 juta eksemplar! Buku ini diekspor ke berbagai negara di Asia Tenggara, Australia, US, dan Eropa, yang mana pembacanya adalah komunitas Tionghoa perantauan.

Karena karakter tulisannya yang sulit dimengerti, maka pembaca dari buku Tong Shu kebanyakan dari masyarakat Tionghoa yang mengerti sistem penanggalan atau metafisika Tiongkok, terutama dari kalangan ahli Fengshui dan peramal.

Dalam Fengshui, peranan Tong Shu sangat penting, terutama untuk mengetahui posisi bintang Tai Shui, Sui Po tahunan, serta posisi San Sha baik tahunan maupun bulanan.

Baca juga : Cara Menjauh Bintang Thay Shui (Tai Sui) : Menghadap Ke Arah Sebaliknya

Ketiga hal diatas sangat diperlukan oleh praktisi Fengshui sebagai panduan/petunjuk dalam membangun atau merenovasi rumah, serta beberapa aktivitas penting seperti menggali tanah, membangun tiang pancang rumah atau bangunan, membangun kompleks pemakaman, dsb.

Parameter2 dalam Tong Shu ini begitu penting, sehingga jika seseorang melanggar pantangan (dalam aturan2) ini, maka malapetaka bisa datang dalam waktu yang singkat, seperti adanya anggota keluarga yang meninggal dalam waktu yang berdekatan (biasanya dalam kurun waktu kurang dari setahun), kecelakaan, sakit, dsb.

Buku Tong Shu juga memiliki ketebalan yang bervariasi. Ada yang isinya sangat lengkap, sehingga tebalnya mencapai 5 cm, namun ada pula yang tipis, yang tebalnya hanya sekitar 1 cm.

Di Indonesia, salah satu buku Tong Shu yang laris terjual adalah karangan Chai Fa Li yang berwarna merah, yang tebalnya sekitar 3,8 cm, panjang 25,8 cm, dan lebar 12,8 cm. Di toko2 buku online, buku2 Tiong Shu dibandrol antara Rp.150.000,- s/d Rp 400.000,- per buah.

Buku Tong Shu ini juga diyakini akan membawa keberuntungan dalam rumah, jika kita menyimpannya atau menggantungnya di depan pintu utama rumah, terutama ketika malam Tahun Baru Imlek, agar mendapat berkah dari Dewa Chai Shen (Dewa Kekayaan).

D. Hubungan 28 konstelasi langit (二十八宿; Ershiba Xiu) Dalam Pemilihan Hari Baik di Tong Shu

Tampak pada peta di atas, 28 Xiu (konstelasi) beserta perbandingan dengan berbagai rasi bintang modern. Kita dapat melihat bagaimana pembagian Xiu menjadi 4 bagian; yakni Kura-kura Hitam (玄武; Xuanwu), Naga Hijau (青龍; Qinglong), Phoenix Merah (朱雀; Zhuque), dan Macan Putih (白虎; Baihu), dimana masing2 bagian terdiri dari 7 Xiu.

28 konstelasi bintang terbagi dalam 4 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 7 konstelasi. 4 kelompok konstelasi tersebut mewakili 4 arah mata angin (utara, selatan, timur, barat).

Setiap kelompok diasosiasikan dengan salah satu dari 4 Hewan Langit, yakni Kura-kura Hitam (玄武; Xuanwu), Phoenix Merah (朱雀; Zhuque), Naga Hijau (青龍; Qinglong), dan Macan Putih (白虎; Baihu).

Dari sini sangat jelas bahwa orang2 Tiongkok kuno telah mempelajari langit, meskipun mereka tidak memiliki peralatan canggih seperti yang tersedia pada jaman sekarang.

Tetapi mereka menyadari beberapa aspek astrologi yang sangat penting, mempertimbangkan hubungan antara matahari, bulan, bumi, konstelasi bintang dan planet lain, serta mempercayai bahwa pergerakan mereka memiliki pengaruh pada umat manusia.

Dalam perspektif Astrologi Tiongkok, mereka mengasosiasikan masing2 dari 28 konstelasi tersebut dengan Dewa-Dewi yang mengendalikan setiap hari, serta memiliki kekuatan untuk mempengaruhi setiap aktivitas kehidupan yang ada di bumi.

Dalam hal ini, Dewa-Dewi ini tentu “bersifat fiktif”, karena ini hanya sebagai representasi kekuatan dari energi alam, dan setiap konstelasi diwakili dengan nama Dewa agar mudah diingat. Sayangnya, hal ini banyak disalahpahami sebagian orang, dan menganggapnya sebagai Dewa yang asli.

Kompas Fengshui (Luo Pan) memiliki banyak lingkaran cincin yang mewakili observasi di langit, salah satu dari lingkaran cincinnya mewakili 28 konstelasi, yang berputar searah jarum jam.

Anda akan menemukan bahwa semua konstelasi bintang yang diasosiasikan dengan “istana barat” akan berada di bagian Barat, dan seterusnya. Hal ini sesuai dengan gambaran observasi astronomi yang sebenarnya.

Tong Shu (Tung Shu), buku panduan hari baik dan hari buruk, perhitungan weton-nya orang Tionghoa.

Baca juga : Kompas Luopan (罗盘); Peralatan Wajib Para Ahli Fengshui

Akan tetapi, terdapat perbedaan jumlah waktu bulan melewati “istana2 bulan” ini, dimana sebagian hanya memutuhkan beberapa jam saja, sedangkan yang lainnya butuh waktu hingga beberapa hari; dimana telah direfleksikan secara proporsional dalam variasi jumlah ruang atau derajat yang ada di dalam Luo Pan.

Baca Juga :  Kalender Cina (Kalender Imlek) : Arti Penjelasan dan Cara Membacanya!

Pembagian variasi derajat dan ruang kompas Luo Pan secara proporsional sudah benar, karena telah mencerminkan situasi asli dari fenomena astronomi.

Meskipun 28 konstelasi dan lintasan bulan yang melewatinya selama perjalanan bulanan mengelilingi Bumi adalah observasi astronomi yang nyata, namun seiring waktu, dalam studi Astrologi Tiongkok mereka menempatkan 1 hari dari 28 hari siklus bulan tersebut secara merata.

Hal ini disebabkan karena banyak praktisi pada jaman dahulu kesulitan dan tidak mampu untuk mengkalkulasi secara tepat posisi bulan, dalam hubungannya dengan kelompok perbintangan yang sebenarnya.

Hal ini juga serupa terhadap representasi ke-28 konstelasi di dalam buku Tong Shu, di mana setiap konstelasi dikonfigurasi menjadi 1 dari 28 hari dalam kalender lunar, untuk menyederhanakan dan memudahkan agar bisa digunakan oleh siapa saja.

Salah satu contoh yang bagus adalah pada hari di mana posisi bulan sejajar dengan “konstelasi Tanduk”, yaitu urutan konstelasi No.1 dari 28 konstelasi; dimana seharusnya menjadi hari yang bagus dalam pernikahan, perjalanan, pemasangan pilar fondasi, dan pindah rumah, tetapi hari ini akan menjadi hari yang buruk untuk menyelesaikan proyek pekerjaan dan pemakaman.

Jadi, kalau Anda berniat untuk menggunakan “hari Tanduk” untuk kegiatan Feng Shui Anda, mungkin hanya bisa dilakukan selama beberapa jam saja dari tanggal yang terpilih. Setelah itu, bulan akan langsung berpindah ke konstelasi lain di hari yang sama.

28 konstelasi langit (二十八宿) dalam pemilihan hari baik di Tong Shu

Baca juga : Perhitungan Bulan Lun (Lun Gwee) Pada Kalender Imlek

Dalam 28 konstelasi, jarak setiap “istana bulan” berbeda2, menunjukkan rentang waktu yang berbeda pula. Tetapi dalam Tong Shu, semua disamaratakan jaraknya, 1 hari untuk 1 istana bulan, sehingga menjadi tidak akurat. Jadi jika Anda berasumsi bahwa Anda memiliki 1 hari baik secara penuh, maka Anda melakukan kesalahan besar dalam penerapan Fengshui.

Penggunaan yang keliru, dan kenyataan praktek yang berlaku sekarang adalah karena pembagian yang merata atas lintasan bulan terhadap 28 konstelasi yang tidak proporsional tersebut, membuat sebagian praktisi Fengshui menganggap bahwa 1 hari baik itu berlaku untuk 1 hari penuh.

Satu hari yang baik menurut Tong Shu, tetapi tetap ada kemungkinan seseorang mengalami hal2 buruk, seperti kecelakaan, kesialan, kematian, dsb. Begitu juga di satu hari yang buruk menurut Tong Shu, tetap ada peluang seseorang mengalami keberuntungan di hari itu.

Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan hari baik menurut Tong Shu tidak bisa diandalkan 100%, karena bersifat terlalu umum.

Kemudian ditambah lagi fakta astronomi bahwa orbit bulan mengelilingi bumi diselesaikan dalam waktu sekitar 27.3 hari, bukan 28 hari! Akumulasi perbedaan bulan demi bulan sampai sekarang ini tanpa penyesuaian sudah lebih dari 200 tahun lamanya.

Penyesuaian terakhir dilakukan oleh Kaisar Qianlong (1711-1799) di jaman Dinasti Qing, melalui ahli2 astronominya yang memiliki minat besar dalam sains, terutama Matematika dan Astrologi.

Pada saat itu, Kaisar mentitahkan agar semua ahli astronomi dan ahli Fengshui untuk menata ulang fakta dan data Astronomi agar semakin akurat. Dengan demikian, fakta dan data Astronomi 28 konstelasi langit yang terdapat di dalam Tong Shu sebenarnya sudah kadaluarsa 200 tahun lamanya, sejak diperbaharui terakhir kali oleh Kaisar Qianlong.

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!