Menurut adat orang2 Kanton, kubur/makam dapat dibangun TANPA PERLU melihat hari Tong Shu (通书), asalkan selesai dalam tempo waktu 100 hari pasca almarhum/ah meninggal.

Jika sudah lewat 100 hari, maka dianjurkan untuk melihat hari baik (hari yang cocok) di Tongshu, untuk memulai pembangunan makam, atau untuk memasang/membuka bongpay.

Untuk waktunya, jika tidak mengerti, boleh tanyakan ke orang2 yang biasa melihat hari di buku Tongshu, seperti ke pengurus kelenteng setempat atau ke paguyuban marga Tionghoa.

Baca juga : Tong Shu, Buku Panduan Dalam Memilih Hari dan Tanggal Baik, Perhitungan Weton-nya Orang Tionghoa
Baca juga : Kalender Cina (Kalender Imlek) : Arti Penjelasan dan Cara Membacanya!

Namun adapula yang baru mulai membangun makam pasca 3 tahun kematian almarhum/ah. Alasannya, karena di jaman dulu peti mati  langsung ditempatkan pada lubang makam, belum ditempatkan dalam box kotak yang di cor semen seperti pada jaman sekarang.

Tampak peti mati Torbelo (peti mati tradisional Cina, disebut Siupan), beratnya ±200kg, terbuat dari pohon kayu jati utuh (yang dipelintir mengkilat). Karena kualitasnya, harganya saat ini mencapai ratusan juta. Saking awetnya, peti mati ini bisa tahan sampai 50 tahun. Dulunya hanya dipakai oleh keluarga2 Tionghoa kaya.

Baca juga : Inilah Fengshui Makam Orang Hidup (Shengji) Yang Perlu Anda Ketahui
Baca juga : Penulisan Altar Batu Tu Di Gong (Tho Ti Kong) Pada Kubur Makam; Fu Shen atau Hou Tu?

Hal ini memungkinkan peti mati dan tutupnya cepat hancur akibat dimakan rayap, dan menyebabkan tanah yang ditimbun diatasnya amblas turun (mengisi peti mati). Jika makam sudah terlanjur dibangun, maka tanah di bagian karapas kura2nya akan ikut amblas.

Mengenai kapan makam akan dibangun, tergantung pembicaraan antara anak2 (lelaki) almarhum/ah. Juga menyesuaikan dengan kondisi ekonomi. Jika memang belum mampu dilakukan dalam 100 hari, tidak masalah untuk ditunda pembangunannya.

Baca juga  : Inilah 8 Bagian Yang Terdapat di Kubur/Makam Tionghoa
Baca juga : Cara Penulisan Batu Nisan Bongpai Pada Makam Tionghoa

Pada makam2 yang sudah jadi, namun bongpay nya ingin diperbaiki/dibongkar, dapat dilakukan apabila :

1. Ingin mengubah warna cat, dari merah ke kuning emas jika suami/istri dari mendiang meninggal (ditempatkan se-makam). Jika warna cat sudah mulai terlihat luntur, harus cepat2 dilapisi kembali.

2. Perbaikan yang bersifat kritis, seperti bongpay retak, rusak, tergores, luntur, kurang huruf, dsb.

3. Ada penambahan nama anggota keluarga kandung/angkat (anak-anak almarhum/ah) yang dulunya tidak dicantumkan karena suatu dan lain hal, atau pencantuman nama pasangan jika dulu belum menikah.

Setiap perbaikan yang dilakukan haruslah dikerjakan dengan hati2, karena bongpay merupakan inti dari sebuah makam! Hati2 nanti fengshuinya berubah.

Baca juga : Suku Tionghoa di Indonesia; Hokkian, Hakka, Kanton, Tiochiu, Hainan

By Herman Tan

One Smile Return to the East. Follow @tionghoainfo untuk info2 terbaru. PLAGIAT KONTEN bermodal COPY PASTE adalah tindakan yang tidak terpuji.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Jangan jadi penulis dengkulan, yg bermodal Copas artikel Tionghoa.INFO!