•  
  • 39
  •  
  •  
  •  
  •  
    39
    Shares

Last Updated on 11 June 2020 by Herman Tan

Tidak bisa dipungkiri, ada bisnis dan usaha yang diuntungkan disaat pandemi Virus Corona (Covid-19) melanda dunia di tahun 2020. Beberapa bisnis dan usaha ini akan memiliki masa depan yang cerah, serta cukup menjanjikan untuk dijalankan ditahun 2021. Mereka diprediksi akan menjadi trend baru (dan bisa booming) di masa depan.

Tanpa perlu berlama2, berikut daftar usaha atau kegiatan bisnis yang diprediksi akan menjanjikan dan berkembang di tahun 2021 :

1. Life Insurance (Asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi aset, dsb, seperti Avrist, Prudential, BCA insurance, dsb). Model2 Direct Business to Consument / bisnis langsung ke konsumen seperti Life Insurance akan semakin nge-trend.
2. E-commerce (Perdagangan Online, marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Alibaba, dsb). Ini adalah bisnis yang paling menjanjikan saat ini, dimana orang2 cenderung menghindari keramaian, dan memilih untuk berbelanja dari rumah.

Hadapi dan terima kenyataan! Everything is changing, a NEW SYSTEM is coming!

Baca juga : Bisnis Usaha Apa Yang Diramalkan Akan Terpuruk dan Bisa Bangkrut di Tahun 2021

3. Networking Business (Jaringan MLM, hehe, malas saya sebutnya).
4. Remote working (Sistem kerja jarak jauh, seperti Zoom, Google meet, Skype, dsb).

5. Logistic (Jasa Kurir, seperti JNE, JnT, Pos Indonesia, dsb).
6. Online schooling (Sekolah dan Kursus Online, seperti aplikasi Google classroom, Ruangguru, dsb).

7. Webinar/online training (Perdangan Online, seperti saham dan valas).
8. Telecommunication (Industri Telekomunikasi, seperti Indihome, Biznet, Indovision, Netflix, dsb). Dengan terbatasnya pekerjaan offline, orang2 cenderung melakukan pekerjaan online, yang memerlukan koneksi internet yang stabil.

9. Telemedicine (Teknologi telekomunikasi yang memungkinkan para profesional kesehatan untuk mengevaluasi, mendiagnosis dan merawat pasien dari jarak jauh lewat aplikasi ponsel, seperti aplikasi kesehatan Alodokter, Halodoc, dsb).
10. Cleaning services (Industri jasa kebersihan, seperti penyedia jasa kebersihan, termasuk laundry).

11. Medical equipments (Perlengkapan Medis, seperti pembuat masker, sanitizer, Alat Pelindung Diri, dsb). Pabrik2 yang memproduksi alat2 kesehatan, dan importir2 yang membeli barang2 ini hampir dipastikan kaya mendadak.
12. Home entertainment (Hiburan rumah, seperti film, video game, termasuk alat2 pemutarnya, seperti TV, Ponsel, dsb).

Baca Juga :  Mengenai 2 Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Wuhan : Huoshenshan dan Leishenshan

13. Media Online/Streaming (Industri media online, seperti blog, vlog, media sosial, cloud, big data, dsb).
Tentu saja, usaha2 yang kebanyakan digeluti masyarakat Tionghoa (sektor usaha yang melayani kebutuhan sehari-hari) tetap never die, seperti toko sembako, toko kelontong, toko pakaian, toko furniture, toko onderdil motor & mobil, toko bangunan, termasuk ritel dan supermarket (termasuk Mart2 yang hampir ada di setiap jalan dan lorong itu).

Usaha2 diatas dipastikan tidak akan terpengaruh, kecuali memang daya beli masyarakat sedang menurun.  Ini sebenarnya sejalan dengan 10 sektor usaha yang diizinkan pemerintah ketika PSBB, yang menyangkut khalayak hidup orang banyak atau kebutuhan sehari-hari, yakni :

1. Sektor kesehatan (Seperti Rumah Sakit, Apotik, Toko Obat, dsb).
2. Sektor pangan, makanan & minuman (Pabrik2 yang memproduksi kebutuhan pokok pangan dan sandang, seperti produk makanan, minuman, pakaian, dsb, termasuk pabrik2 rokok, sebagai penyumbang pendapatan Negara terbesar).
3. Sektor energi (Termasuk semua jenis pertambangan yang dikelola legal oleh Negara).

4. Sektor komunikasi, teknologi, dan informasi (Seperti layanan internet Indihome, Biznet, atau penyedia layanan informasi Indovision, Netflix, dsb).
5. Sektor keuangan (Tentu saja Bank dan produk2 turunannya, Asuransi, Kredit, Trading, dsb).
6. Sektor logistik (Seperti jasa Kurir, seperti JNE, JnT, Pos Indonesia, dsb, termasuk Grab & Gojek, tapi ini hanya berlaku untuk layanan antar barang lokal).

7. Sektor konstruksi (Proyek2 pembangunan Negara berskala besar mana mungkin terhenti, meski terhenti juga akan dipaksakan jalan, karena fee-nya gede, hehe).
8. Sektor industri strategis (Perusahaan2 BUMN).
9. Pelayanan dasar dan utilitas publik serta industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu (Pompa bensin).
10. Sektor usaha yang melayani kebutuhan sehari-hari (Berbagai jenis toko modern & tradisional).

Bisnis2 yang booming harus tetap melakukan branding & soft selling, jangan hard selling! Selain usaha2 yang diprediksi memiliki masa depan yang cerah diatas, tentu saja akan ada usaha2 yang bakal menjalani masa2 suram nya. Sebagian dari pelaku usaha pada bidang2 dibawah ini bisa bangkrut, atau setidaknya 1/2 bangkrut, dimana hidup segan, matipun tak mau …

Baca Juga :  Lockdown Ketat Ala Tiongkok vs Lockdown Longgar Ala Italia : Ramai2 Menginstall Aplikasi Jian Kang Bao!

Baca juga : Bisnis Usaha Apa Yang Diramalkan Akan Terpuruk dan Bisa Bangkrut di Tahun 2021

Bagaimana Cara Bisnis/Usaha Beradaptasi Dalam Keadaan New Normal Ini?

Jangan berpikir pandemi ini sementara, ibarat katak di kuali yang airnya dipanaskan. Karena pandemi virus ini bisa berlangsung 1 -2 tahun sejak ditemukannya vaksin pertama, seperti menurut Jack Ma, Bill Gates, dan lainnya.

Karena pandemi ini, pelaku usaha/pebisnis harus bisa beradaptasi dengan pola hidup baru. Sebagian pelaku usaha juga nekat banting setir ke bisnis2 yang lagi trending, contohnya seperti :

Di Amerika, tidak sedikit perusahaan Rental Mobil yang bangkrut (terlilit hutang akibat ketiadaan cash flow) karena terhantam Corona.

1. Industri2 transportasi massal beradaptasi, seperti mengubah susunan kursinya (mendesain kursi baru dan memasangnya dalam kabin) dengan memberi jarak 0,5 meter antar penumpang. Contohnya Garuda group dan Lion group yang semakin menggenjot sektor kargonya. Demikian juga dengan kapal2 penumpang, yang dimodifikasi agar bisa menampung muatan kargo lebih banyak.

2. Usaha2 offline harus menjadi e-commerce (jualan online). Sebagian toko2 tradisional dan supermarket saat ini sudah menawarkan jasa antar ke rumah tanpa lewat kurir/pihak ke-3.

3. Hotel2 akan mengedepankan usaha2 sampingannya, seperti restoran yang melayani food/online delivery, atau kolam renang dan jasa laundry yang dibuka untuk umum.
4. Perusahaan Martha Tilaar, yang awalnya bergerak dibidang kosmetik sekarang juga merambah bisnis hand sanitizer.

5. Restoran Es teler 77 sekarang juga sudah masuk ke bisnis frozen food.
6. Gedung2 Lippo mall dan Lippo hotel sebagian dialih-fungsikan ke bisnis rumah sakit, karena memiliki anak usaha Siloam Group yang sudah lebih dulu berkecipung dan berkompetensi di bidang kesehatan.

7. Bagi perusahaan2 yang belum masuk ke IT (teknologi informasi), namun memiliki cukup modal, disarankan untuk terjun ke bisnis digital yang arahnya ke cloud (penyimpanan awan) atau big data (pengolahan data). Produsen harus mengembangkan channelnya sendiri. Saat ini, modal/nyawa perusahaan adalah data user/pembeli nya. Karena itu, mereka harus memiliki big data sendiri. Sebagai info, bisnis ini pemainnya belum banyak di Indonesia.

8. Bagi yang masih sekolahan atau kuliah, bisa menjual produk2 home made lewat media sosial, atau menjadi youtubers. Jangan merepotkan orang tuamu! Minimal, cukupilah kebutuhan jajan harianmu sendiri dimasa2 sulit seperti ini.

Baca Juga :  Konferensi Pers Kemenlu Tiongkok, Geng Shuang, 20 April 2020

So, bagi pembaca yang bisnis/usahanya kurang bagus (terdampak), JIKA MEMUNGKINKAN sementara bisa beralih ke model bisnis yang baru/usaha lain. Nyatanya, saat ini semakin banyak perusahaan yang mencari dan menjalani survival mode, setidaknya agar tetap mendapat cash flow di masa2 yang sulit ini.

Hal ini BISA DIPASTIKAN akan berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, hingga bertahun2 ke depan. Selama vaksin belum tersebar merata, masyarakat akan tetap berada dalam keragu2an. Apalagi, Virus Corona ini TIDAK SAMA seperti virus HIV/AIDS, dimana memerlukan kontak fisik, seperti berhubungan seksual, dan media perantara, seperti jarum suntik dan darah.

Sementara Covid-19, seseorang bisa tertular MELALUI UDARA, seperti lewat bersin dan percikan air liur, yang bisa terhirup melalui hidung atau tertelan melalui mulut. Orang2 bisa tertular virus ini dengan sangat mudah, kecuali sudah terbentuk herd immunity dalam masyarakatnya (kebal virus), seperti Black Death yang mereda dengan sendirinya di daratan eropa (1346-1353).

So, MASKER juga akan menjadi AKSESORIS BARU, sama laiknya ponsel yang selalu digenggam, atau jam jangan yang selalu dikenakan orang.

Baca juga : Bisnis Usaha Apa Yang Diramalkan Akan Terpuruk dan Bisa Bangkrut di Tahun 2021

Kesimpulan

Janganlah terlalu berharap banyak pada di tahun 2021 ini. Tidak akan ada banyak usaha yang bisa berkembang. Banyak konsumen cenderung akan hold spending, motif berjaga2 untuk memenuhi kebutuhan yang essential, seperti grocery, kesehatan & higienitas. Akhir kata, seperti kata Jack Ma, jangan dulu berpikir untung terus, yang penting masih bisa hidup (survive) dan melewati wabah pandemi ini.

Ini juga merupakan waktu2 untuk meng-upgrade diri sendiri, untuk bisa beralih dari offline selling ke online selling.


  •  
  • 39
  •  
  •  
  •  
  •  
    39
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *