• 131
    Shares

Last Updated on 5 March 2020 by Herman Tan

Sangjit atau adalah salah satu prosesi pernikahan dalam budaya Tionghoa. Sangjit dalam bahasa Indonesia berarti proses seserahan atau lamaran dari pihak keluarga mempelai pria (dengan orang tua, saudara dan teman dekatnya yang masih single) dengan membawa “seserahan” ke pihak keluarga mempelai wanita. 

Acara Sangjit biasanya dilakukan setelah pertunangan (Dinghun 订婚, tapi ada juga yang tidak lagi melakukan acara pertunangan, dan menggabungkannya ke acara sangjit) dan sebelum pernikahan (Hunli 婚礼), dimana sangjit ini biasanya dilakukan sebulan atau beberapa bulan sebelum acara pernikahan.

Waktu pelaksanaan prosesi sangjit umumnya berlangsung pada siang hari.

A. Berikut Tata Cara Dalam Prosesi Sangjit :

1. Calon mempelai pria biasanya mengenakan kemeja berwarna merah (atau terkadang mengenakan cheongsam pria), dan untuk calon mempelai wanita mengenakan dress berwarna merah.

2. Wakil keluarga wanita beserta para penerima baki seserahan (biasanya anggota keluarga yang telah menikah) menunggu di depan pintu rumah.

3. Dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan, rombongan pria pun datang membawa baki hantaran ke rumah si wanita. Rombongan ini biasanya wakil keluarga yang belum menikah yang menjadi pembawa nampan seserahan. Dalam beberapa adat kebiasaan lain, orang tua pria tidak ikut dalam prosesi ini.

Teman terdekat diizinkan untuk ikut dalam prosesi ini, apabila kekurangan wakil dari keluarga.

4. Seserahan diberikan satu per satu secara berurutan kepada perwakilan keluarga/penerima mempelai wanita.

5. Barang seserahan yang sudah diterima oleh pihak mempelai wanita, langsung dibawa ke dalam kamar untuk diambil sebagian.

6. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah (katering). Biasanya pihak keluarga mempelai wanita menyiapkan makan siang.

7. Pada akhir kunjungan, barang2 seserahan yang telah diambil sebagian diserahkan kembali/ditukar pada para pembawa seserahan untuk dibawa pulang. Dan sebagai balasannya, keluarga mempelai wanita pun turut memberikan cinderamata pada keluarga mempelai pria, biasanya berupa manisan, sapu tangan, dan berbagai keperluan mempelai pria nanti (seperti baju, namun ini tidak diwajibkan).

Baca Juga :  Inilah 7 Hal Yang Dilakukan Etnis Tionghoa Sepanjang Perayaan Imlek
foto bersama keluarga mempelai
Foto bersama keluarga mempelai dengan “baki” hantaran yang berisi seserahan (Foto : Julita Witjandra – Manado)

Baca juga : Tradisi Tea Pai Dalam Rangkaian Pernikahan Adat Tionghoa

Lantas kenapa diserahkan kembali sebagian?

Apabila keluarga wanita mengambil seluruh barang yang ada, artinya mereka menyerahkan pengantin wanita sepenuhnya pada keluarga pria dan tak akan ada hubungan lagi antara si pengantin wanita dan keluarganya. Namun bila keluarga wanita mengembalikan separuh dari barang-barang tersebut ke pihak pria artinya keluarga wanita masih bisa turut campur dalam keluarga pengantin.

8. Wakil keluarga wanita juga memberikan Angpao ke setiap pembawa seserahan, maksudnya mendoakan agar para pembawa seserahan supaya enteng jodoh dan segera menyusul.

Dengan semakin berkembangnya jaman, orang2 cenderung menginginkan sesuatu yang simpel dalam persiapan untuk pernikahan mereka. Karena itu, tata cara sangjit pun telah mengalami MODERNISASI, sehingga sangjit yang ada sekarang ini sudah tidak se-kompleks seperti dahulu, hanya sekenanya saja.

Pada tradisi Suku Hakka, nampan baki yang berisi brides’s daily things akan ditukar dengan groom’s daily things, yang artinya perhiasan dari pihak mempelai wanita, ditukar dengan perhiasan dari pihak mempelai pria. Nantinya pihak pria yang akan membawa nampan yang berisi aneka macam hantaran, sementara pihak wanita nantinya akan menukar isi nampan, atau mengambil sebagian dari isi nampan.

B. Adapun barang2 yang Umumnya Dipersiapkan Pihak Mempelai Pria, Biasanya Berisi :

1. Pakaian atau (gulungan/potongan) kain untuk mempelai wanita. Maksudnya adalah segala keperluan sandang si gadis akan dipenuhi oleh si pria.

2. Uang angpao (ada juga yang bilang uang susu) dan uang pesta (masing-masing di amplop merah). Pihak mempelai wanita biasanya hanya mengambil uang angpao (uang susu) secara penuh/keseluruhan, sedangkan untuk uang pesta hanya diambil jumlah belakang/ekornya saja, sisanya dikembalikan.

Misalnya uang pesta diberikan sebesar: Rp. 13.000.000,- , yang diambil hanya Rp. 3000.000,-. Apabila keluarga wanita mengambil seluruh uang pesta, artinya pesta pernikahan tersebut dibiayai keluarga wanita. Namun ini bisa saja dibicarakan awal, agar tidak salah persepsi.

3. Nampan yang masing2 berisikan 18 buah (apel, jeruk, pir atau buah yang manis lainnya sebagai lambang kedamaian, kesejahteraan dan rejeki). Nanti ini dikembalikan sebagian kepada pihak mempelai pria.

Baca Juga :  Serunya Melihat Prosesi Tatung Saat Cap Go Meh di Singkawang : Menyabet 3 Rekor MURI!

4. Sepasang lilin merah yang diikat dengan pita merah sebagai simbol perlindungan untuk menghalau pengaruh negatif. Biasanya yang dipakai lilin dengan motif naga dan burung hong. Pihak wanita nanti mengambil 1 pasang, dan 1 pasang lagi dikembalikan kepada pihak pria.

sangjit box
Pemberian hadiah pernikahan kepada calon mempelai wanita dan keluarganya, sejatinya diberikan dalam kotak kemasan yang baik.

Baca jugaInilah 10 Macam Seserahan Wajib Dalam Sangjit; Seserahan ala Tionghoa!

5. Sepasang kaki babi (bisa digantikan dengan makanan kalengan yang berjumlah 8-12 kaleng), beserta 6-12 kaleng kacang polong.

6. Senampan berisikan kue mangkok berwarna merah sebanyak 18 potong, sebagai lambang kelimpahan dan keberuntungan. Ini pun akan dikembalikan sebagian ke pihak pria.

7. Senampan berisikan 2 botol arak (Jiu) atau champagne. Pada beberapa kejadian, pihak keluarga mempelai wanita akan mengambil semuanya, lalu ditukar/dikembalikan dengan 2 botol sirup merah ke pihak mempelai pria.

C. Catatan Mengenai Prosesi Sangjitan : Apa Saja Yang Perlu Diambil?

♦ Untuk nomor 3-7 diambil sebagian oleh pihak perempuan dan sisanya dibawa pulang oleh pihak laki laki.

♦ Pada saat dibawa pulang sekalian diberikan juga seperangkat pakaian untuk mempelai pria, termasuk dompet, ikat pinggang, dll. Disertakan juga aneka macam kue, permen (manisan) atau coklat untuk diberikan ke keluarga pihak laki laki untuk dibawa pulang.

♦ Untuk para pembawa nampan dari pihak laki laki, ibu dari mempelai wanita akan memberikan / membagikan angpao untuk hoki keberuntungan. Kalau misalnya akan melangkahi kakak dari mempelai wanita, maka pihak laki-laki juga harus membawa barang pelangkah, seperti 1 stel pakaian.

♦ Dalam beberapa acara seremoni sangjit yang sangat lengkap, dalam hantaran juga ikut disertakan beberapa pasang kemeja dan celana (untuk para pembawa nampan, jumlahnya disesuaikan dengan jumlah pembawa nampan).

Tidak lupa juga sepasang sandal dan sepatu (mempelai wanita dan mempelai pria), dompet (diisi uang nantinya, hehe), ikat pinggang/gesper, seperangkat kosmetik, parfum, jam tangan, dan sebagainya.

Cuma agar lebih memudahkan, kadang biasanya diganti dengan Angpau saja.

sangjitan-keluarga-mempelai
Tampak keluarga mempelai pria yang mengantarkan seserahan lengkap pada keluarga mempelai wanita, yang berjumlah 12 baki/nampan (Foto : bubble-photography.com)

Baca juga : Tradisi Tea Pai Dalam Rangkaian Pernikahan Adat Tionghoa

Sebelum keluarga calon pengantin pria memutuskan barang apa uang akan dibawa dalam hantarannya nanti, ada baiknya didiskusikan bersama pihak pengantin wanita terlebih dahulu.

Baca Juga :  Barongsai di Masa Kini

Setelah ditentukan, barang2 seserahan akan diletakkan ataupun dikemas dalam nampan2 yang berjumlah genap, biasanya maksimal berjumlah 12 nampan. Pemilihan barang2 dalam serahan juga tergantung masing2 keluarga.

D. Pada Tradisi Lain, Ada Juga yang Menambahkan :

1. Kaca, artinya kedua mempelai dapat berefleksi pada diri mereka masing-masing sehingga tidak saling menuntut.
2. Uang-uangan dari emas, yang biasanya ada karakter (Fú), yang artinya hoki atau keberuntungan.
3. Dua bundel pita dengan karakter huruf Hanzi ; dibaca Suang Hie (Shuangxi, 双喜); yang berarti double happiness, bermakna agar terus bahagia sampai tua nanti.

Untuk buah-buahan sendiri, ada beberapa macam buah khusus yang memiliki arti, seperti :

1. Buah atep yang merah, artinya agar tetap langgeng sampai kapan pun.
2. Buah ceremai, artinya agar rumah tangganya bahagia, banyak sahabat dan keturunan.
3. Buah leket, artinya agar lengket sampai kapan pun, hubungannya selalu intim.
4. Buah pala, artinya kedua mempelai akan terus berjalan lurus, baik-baik saja.

“Sebenarnya, makna dari dilakukannya tradisi sangjitan adalah diharapkan agar suami-istri kelak akan saling berbagi suka & duka sampai akhir hayatnya nanti”

Hal yang menarik dari proses Sangjit ini adalah setiap hal yang dipersiapkan dan proses yang dijalankan memiliki maknanya masing2. Tradisi Sangjit diatas hanyalah sekedar tradisi saja.

Dilakukan atau tidak, juga sebenarnya tidak menjadi permasalahan; mengingat sekarang jaman sudah semakin modern, yang menuntut orang untuk bisa melakukan segala sesuatu dengan lebih simple/praktis, yang penting sekenanya saja. Apalagi jika salah satu pasangan pernikahan bukan berasal dari etnis tionghoa, bisa menjadi rumit apabila tetap dipaksakan untuk diterapkan 100%.

Acara Sangjit juga biasa disebut 订婚吃喜糖 (Dìnghūn chī xǐtáng). Sebagai catatan, hal-hal yang dipersiapkan dalam tradisi sangjit ini kadang berbeda satu sama lain; mengikuti kebiasaan/adat daerah masing-masing; juga kadang tergantung kemauan dan kemampuan dari keluarga kedua mempelai!

Baca jugaInilah 8 Tahapan Prosesi Sangjit Bagi Yang Ingin Menikah!

Segala macam item dan perlengkapan dalam list diatas hanya sebagai contoh yang umum saja, dan TIDAK BERSIFAT MUTLAK. Semoga informasi seputar Sangjit ini dapat sedikit membantu bagi pembaca yang berencana akan segera melangsungkan pernikahan.

Baca Juga :  Inilah 8 Tahapan Prosesi Sangjit Bagi Yang Ingin Menikah

Happy Wedding Planning!
Semoga Anda berbahagia hingga hari tua, sampai rambut memutih bersama! 白头偕老 (báitóu xiélǎo)!
(Update artikel terakhir pada : 05 Maret 2020*)


  • 131
    Shares
84 thoughts on “Tradisi SANGJIT Dalam Budaya Tionghoa”
  1. Hai, salam kenal, terima kasih untuk artikel yang bagus dan bermanfaat.

    Minta tolong untuk masukan dan info nya seputar Tingjing..

    Jadi saya dan pasangan saya berencana akan tingjing bulan 5 tahun depan. Tapi diluar dugaan ternyata mama tiri dari mempelai pria meninggal (mama kandung dan papa kandung masih hidup). Dalam tradisi Tionghoa, selama masa berkabung kan tidak boleh melakukan prosesi pernikahan sebelum lewat 1 tahun dari tgl kematiannya.

    Pertanyaan nya, apakah masih boleh melakukan prosesi tingjing di tengah masa berkabung (dalam kurun waktu di bawah 1 tahun dari kematian mama tiri)? Dan soal pernikahan nya apa juga perlu menunggu hingga 1 tahun masa berkabung lewat?

    Mohon info, saran dan masukkan nya

    Terima kasih banyak

    1. Hi Devina,

      Hanya ada 2 opsi :
      1. Menunda sampai 1 tahun, (bahkan menurut tradisi Konghucu, wajib 3 tahun!).
      2. Mempercepat pernikahan dibawah/dalam 3 bulan ini.

      Kira-kira demikian, semoga membantu.

  2. Halo mau tanya, saat perayaan sangjit apakah ada jenis makanan khusus yang harus dihidangkan pada saat acara?

  3. hallo mau tanya,
    jika adik wanita melangkahi cicinya, sebaiknya diberikan pelangkah apa?
    dan jika adik laki2 melangkahi cicinya, pelangkahnya apa?

    terima kasih 🙂

    1. Hi Gab,

      KONON, tujuan diberikan “pelangkah” adalah agar sang kakak (laki-laki atau perempuan) tidak mengalami berat jodoh setelah dilangkahi (adik menikah lebih dulu).
      Pelangkah ini macam-macam, ada yang berupa memberikan hadiah (barang2 seperti pakaian) kepada sang kakak, sampai ada yg berupa (maaf) celana dalam bekas yang digantung di pintu kamar sang kakak 🙂

      Tapi kalau secara pribadi, saya tidak menyarankan praktek diatas, apalagi sampai yg aneh-aneh 🙂

      Demikian info & salam hangat

  4. koh aku mau bertanya???

    1.klw mempelai wanita itu bkn tionghua apa yg hrus d lakukan apakah ttp hrus shangjit??
    2.apakah blh klw tidak shangjit dan hanya lamaran biasa aja??

  5. Halo.. mau tanya dong apakah sangjit harus dilakukan dirumah wanita? Boleh ga kalo sangjit dilakukan di ruangan seperti di restoran ( ruang vip resto) ??

    1. Masih wajar. 1 tahun pun oke, bahkan ada yg sampai bertahun-tahun karena suatu dan lain hal (orang tua mempelai meninggal, pernikahan terpaksa diundur; meski sebenarnya masih bisa nikah dalam 3 bulan setelah orang tua meninggal; jika lewat maka harus tunggu sampai setahun).

      Tujuan sangjit (tunangan) dan pernikahan dibuat berdekatan, supaya cepat selesai, capek sekali, simple.

  6. Ko, boleh kah clon pengantin wanita menjahit sendiri handuk teapai untuk dikasi ke pihak calon suami?
    Ada pantangan nya ga ko
    Terima kasih.

    1. Tidak masalah, jika ada kemampuan untuk menjahit, silahkan lakukan, karena akan lebih menunjukkan ketulusan.
      Cuma saat ini orang2 cenderung praktis, ditengah rutinitas kesibukan dan persiapan acara tersebut.

  7. Halo…mau nanya saya baru selesai sehari melakukan sangjit.
    Yang mau saya tanyakan hanya 1 aja,
    Uang lamaran yang diambil pihak org tua wanita sebesar 75% artinya apa ya?
    Yg saya tau ambil atas dan bawah, sisanya dikembalikan utk pesta.
    Atau ambil semua, berarti anak nya jual anak.
    Terima kasih

  8. hi min saya mau nanya donk
    jika cwo hok kian minta berikan tali pinggang pada saat mau merit itu artinya apa ya? dan mempelai wanita harus minta apa dari mempelai cwo jika diminta tali pinggang?

  9. Halo.. Kalau ibu dari mempelai pria sudah meninggal apa yang harus kita lakukan dan kita tidak lakukan.thanks

    1. Hi Yieni,

      Jika ibu dari mempelai pria (yang akan mengantar seserahan sangjit) sudah meninggal, tidak masalah.
      Tidak ada hal khusus yg perlu dilakukan oleh keluarga mempelai wanita.
      Mereka (keluarga mempelai pria) bisa mencari orang lain yg bisa mengisi posisi tersebut, misalnya adik/kakak si ibu. Apalagi jika sang Ayah masih ada, tentu tidak masalah.

  10. Mau tanya, kalau orang tua (dari pihak cewe) sudah meninggal, apa tetap ada uang susu? Jika ada Diberikan ke siapa?

    1. Gini urutannya :
      1. Kedua orang tua, paling tidak salah satu.
      2. Kakak/adik laki-laki (paman, apek/asuk) sisi ayah.
      3. Kakak laki-laki sulung.
      4. Jika kakak sulungnya perempuan, ambil adik ke 2,3, dst yang laki-laki.
      5. Kakak/adik perempuan (bibi) sisi ayah.

      Jika semua sudah tidak ada/tidak memungkinkan, baru boleh tidak diperlukan uang susu. Intinya harus ada perwakilan dari keluarga pihak wanita. Tujuan lainnya, orang tua/keluarga mempelai pria kan jadi mengetahui asal/usul pihak mempelainya.

  11. Hai ko,,, boleh tanya soal adakah fungsi kaligrafi dalam tradisi adat pernikahan tionhoa?

    terimakasih

  12. Hai ko Herman,saya chia,mau tanya donk jika nampan berisi kain,berapa jumlah kainnya ? Adakah spesifikasinya ? Contohnya apakah jumlah kain mengikuti banyaknya nampan,berapa panjang kainnya ? atau apakah ada spesifikasi khusus kain harus warna merah dengan motif burung phoenix atau naga.Mohon pencerahannya

    1. Kain digunakan sebagai hantaran karena pada jaman dulu di Tiongkok, kain sutra merupakan jenis kain yang paling bagus dan mahal, dan sering dijadikan barang upeti, barang hadiah, dsb. Jadi jika mau kasih kain, ambil kain sutra, sebagai cerminan budaya Tionghoa.

      Mengenai warna, ambil warna2 cerah, tidak perlu corak khusus, polos juga tidak masalah, toh nanti akan diolah/dijahit juga. Jumlah menyesuaikan (tergantung banyaknya kain). Jangan terlalu sedikit, ntar dikatain “mau buat baju dalam aja engga cukup nih hehehe”. Diukur saja, mau buat 2 pasang baju biasanya butuh berapa meter, coba tanya ke tukang jahit. Jumlah itu saja yang dijadikan patokan, digulung/dilipat rapih.

  13. Yg ingin saya ketahui adalah org2 yg hadir dalam prosesi sangjit itu, termasuk wakil2 dr klrga msg2 pihak.Bnrkah hanya yg msh memiliki psgn dan memiliki hbgn yg msh harmonis saja yg boleh mewakili. Katanya dgn bgt akan membawa energi positif bt calon yg akan menikah. ? Adakah aturan seperti itu? Mohon bantuannya..

  14. Bantu jawab.

    Artikel di atas banyak yang dipotong-potong dan tidak menceritakan secara lengkap mengenai hal yang penting dan mendasar.

    1. Acara Sangjit adalah acara resmi perkenalan antara keluarga besar dari pihak suami dan istri dan merupakan hari yang berbahagia.

    Meskipun jauh sebelumnya di antara keluarga sudah saling mengenal, namun acara akan tetap dilakukan seolah-olah antara keluarga besar kedua belah baru saling mengenal.

    2. Intisari acara Sangjit adalah kesepakatan di antara keluarga besar kedua-belah pihak untuk saling menerima satu sama lainnya, saling mendukung dan bersepakat untuk menikahkan kedua calon mempelai.

    Di acara ini calon pria dan wanita dilarang untuk berbicara banyak, dan harus lebih banyak mendengarkan. Kedua calon mempelai juga dilarang untuk mengungkapkan pendapat dan pikirannya di acara ini, dan juga tidak diperkenankan untuk melakukan interupsi percakapan yang sedang berlangsung.

    Sepenuhnya acara Sangjit dikendalikan dan dipimpin oleh wakil dari masing-masing keluarga besar.

    3. Biasanya, dari pihak keluarga wanita akan diwakili oleh yang paling tertua yang masih hidup. Apabila akong dan ama masih hidup maka merekalah yang akan menjadi wakil dari keluarga wanita. Begitu juga sebaliknya untuk keluarga pria.

    Apabila akong & ama sudah tiada begitu juga dengan papa dan mama yang telah tiada maka yang harus mewakili adalah kakak/adik dari pihak papa atau mama. Apabila tidak memungkinkan juga maka yang akan menjadi wakil keluarga adalah kakak tertua (baik bagi mempelai pria maupun wanita).

    4. Urutan acara antara lain sebagai berikut:
    Pihak keluarga pria mendatangi rumah keluarga perempuan.
    Acara di awal dibuka oleh keluarga lelaki dengan melakukan sembahyang (pay a respect) meminta izin datang berkunjung di depan meja abu leluhur dari keluarga pihak perempuan.

    Keluarga dari pihak perempuan sudah mempersiapkan alat-alat sembahyang beserta dengan sajian makanan dan buah-buahan di meja abu untuk para leluhur.

    Kata-kata yang harus diucapkan saat sembahyang adalah memperkenalkan diri dan menyatakan maksud & tujuan dari kedatangan.

    Contoh:
    “Di hadapan meja abu leluhur keluarga pihak perempuan.
    Dengan suara keras dan lantang, Saya, sebutkan nama, pada hari ini tanggal 10 bulan 2567 imlek mewakili anak/cucu saya (sebutkan namanya) datang untuk melamar (sebutkan nama calon mempelai wanita) yang merupakan anak dari (sebutkan namanya) cicit dari pihak (sebutkan nama pihak yang ada di depan meja abu).”

    “Pada hari ini kami datang untuk membicarakan dengan pihak (sebutkan nama wakil dari pihak wanita) mengenai lamaran dan rencana pernikahan dari (sebutkan nama calon mempelai lelaki+perempuan). Kami memohon izin dan restu.”

    Dan lain-lainnya (sebenarnya ada buku klasik yang khusus membahas mengenai Sangjit ini).

    5. Setelah itu dilanjutkan dengan acara jamuan Teh (ada prosedur khusus tertentu yang harus di ikuti dan tidak boleh sembarangan). Kemudian dilanjutkan dengan acara tanya-jawab.

    Masing-masing dari pihak perempuan dan pihak lelaki yang hadir saling memperkenalkan diri. Nama, alamat, pekerjaan dari adik-adiknya atau kakak-kakaknya secara umum (Meskipun kelihatannya tidak ada sangkut-pautnya dengan acaranya namun hal ini tetap akan dan harus dilakukan).

    Pada acara inilah hal wajib dan harus ditanyakan kembali adalah mengenai silsilah dan riwayat hidup serta asal-usul dari masing-masing calon mempelai perempuan dan lelaki. Bahkan tidak jarang akan ditanyakan riwayat hidup dan asal-usul dari 7 (tujuh)generasi keturunan sebelumnya dari masing-masing keluarga pihak pria dan wanita.

    Kemudian akan ditanyakan tanggal lahir dan tempat lahirnya di mana, shionya apa ? (walaupun sebenarnya sudah saling mengetahui namun pada acara ini wajib ditanyakan dan diucapkan kembali karena biasanya para keluarga Tionghoa menganggap bahwa arwah dan roh para leluhur dari kedua belah pihak juga turut hadir menyaksikan acara Sangjit ini).

    Dari pihak perempuan akan menanyakan apakah yang lelaki sudah pernah berumah-tangga ? apakah sudah punya anak dari hasil pernikahan sebelumnya, dll.

    Ditanyakan pula apabila sudah berumah-tangga maka akan tinggal di mana ?
    Kemudian akan mencari nafkah dengan cara apa dan lain-lainnya mengenai rencana hidup kedepannnya.

    Setelah acara tanya-jawab usai maka biasanya keluarga perempuan akan berkumpul untuk berbicara dan berdiskusi di ruangan lain. Pada titik inilah dibicarakan hal-hal penting apakah ada yang berkeberatan dengan lamaran ini.
    Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga besar dari pihak lelaki, ditanyakan kepada masing-masing anggota keluarga besar, apakah ada hal-hal yang masih harus ditanyakan dan harus diungkapkan, dicari titik temu apakah para anggota keluarga saling bersepakat atau tidak untuk menindak-lanjuti lamaran ini.

    Setelah kedua keluarga besar dari pihak lelaki dan pihak perempuan selesai berunding secara internal, maka kemudian keluarga kedua belah pihak kembali berkumpul.

    Di ucapkan dan dinyatakan berdasarkan perundingan internal dari masing-masing keluarga apakah menindak-lanjuti acara lamaran ini atau tidak.

    Apabila dari salah satu pihak tidak setuju maka akan langsung diungkapkan secara halus. Biasanya acara seserahan tidak jadi dilakukan dengan berbagai alasan. Dan salah satu pihak akan segera menyudahi acara Sangjit ini.

    Apabila telah disepakati bersama maka acara seserahan baru dilakukan (ada tata cara ritual tertentu menurut Agama Tionghoa dan tidak boleh dilakukan sembarangan dan asal-asalan)

    Kemudian setelah acara seserahan dilakukan dilanjutkan dengan acara jamuan makan, dan di isi dengan pembicaraan ringan.

    Kemudian saat akan pulang, keluarga dari pihak lelaki kembali bersembahyang kepada pihak leluhur dari keluarga pihak perempuan. ucapkan dan nyatakanlah dengan suara keras dan lantang atas hasil-hasil yang telah dicapai (kesepakatan bersama) dari acara Sangjit tsb. Ucapkanlah apa rencana tindak-lanjut dari acara Sangjit selanjutnya. Kemudian terakhir ditutup minta restu agar jalan bagi calon mempelai dari kedua belah pihak tidak mendapat hambatan, setelah itu memohon pamit dan minta maaf apabila ada hal-hal yang tidak berkenan.

    Ucapakan dengan kalimat keras dan secara tegas.
    Contoh: Saya, sebut nama, mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan pada kedatangan kami hari ini. Berdasarkan hasil pembicaraan antara ………dengan……maka disepakati …..bahwa…..telah menerima untuk dilamar….menjadi istri dari ………..dan untuk itu acara pernikahan akan di adakan pada……….dll……..Saya memohon restu ………dan mohon pamit kepada (sebutkan nama-nama leluhur yang ada di meja abu tsb).

    Setelah itu kedua belah keluarga besar saling Soja……dan undur diri.

    Setelah keluarga besar pihak lelaki kembali ke rumah maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan laporan dengan bersembahyang di depan meja abu para leluhurnya. Ucapkan kembali dengan suara keras dan lantang mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dan disepakati bersama dengan pihak keluarga perempuan……….dll….rencana ke depan yang akan dilakukan (usaha buka toko kelontong / bengkel dll)……….dan kemudian mengulangi hal-hal yang juga diucapkan sebelumnya di depan meja abu leluhur dari pihak keluarga perempuan……………..

    Kesimpulan:
    Ternyata acara Sangjit sangat rumit dan penuh dengan tata-cara khusus yang hanya dapat dimengerti maknanya hanya oleh orang Tionghoa sendiri.

    = Tan =

  15. mau tanya ni. yang boleh mewakili keluarga dalam acara sangjit itu ada aturankah? saya dengar ada yang bilang harus yg masih punya pasangannya. misalnya kalo pasangan 1 nya sdh ga ada atau misalnya sdh pisah ga boleh menjadi wakil keluarga dalam proses sangjit itu. atau misalnya sdg sakit jg tdk boleh.benarkah demikian? dan ada yang bilang sebaiknya minta bantuan anggota keluarga yang mempunyai hubungan suami istri yang harmonis atau kehidupannya makmur, maka akan membawa kebaikan bagi pasangan yg melakukan proses sangjit itu. benarkah demikian?

  16. Ko.admin. Mo tanya yg pita merah+lilin merah yg di kembalikan dr kel cew di pasang di pintu rumah kel cow or di pasang di pintu kamar hotel …krn keluar nya dr hotel

    1. Tidak ada aturan baku mengenai kapan waktu sangjit ini. Pada umumnya orang melaksanakan sangjitan mulai dari 1 minggu hingga 3 bulan sebelum pernikahan. Jadi silahkan saja asal sudah dirundingkan terlebih dahulu bersama calon pasangan Anda.

    1. Halo Rafael,
      Terima kasih infonya. Memang banyak artikel dari kita yang isinya di copy sebagian atau keseluruhan oleh orang lain. Namun asal dipergunakan dengan bijak, tidak masalah. Ini menandakan bahwa blog Tionghoa.INFO telah menjadi KIBLAT atau patokan arah dalam informasi tentang Tionghoa di Indonesia.

      *Kali ini linknya dibiarkan lolos. Ini untuk menambah referensi pembaca di artikel lainnya, dengan menggunakan gaya bahasa yang berbeda.

  17. Hi, aq mau tanya…gimana kalo calon mempelai laki2 bukan tionghoa kira2 seserahan apa yg wajib dibawa. Tq

    1. karena mempelai laki-laki bukan tionghoa maka adat istiadat yang digunakan seharusnya dari adat istiadat keluarga laki-laki.

      Agak aneh apabila kawin dengan Non-Tionghoa tetapi ingin ada acara seserahan Tionghoa.

  18. Masih ada info yg kurang…. Sang Jit ( dlm bahasa mandarin: sung (antar) Je / re (hari)) adalah upacara untuk “mengantarkan hari pasti” pernikahan atau ya itu melamar secara de facto….

  19. Terima kasih untuk info2 nya yg sangat berguna..tetapi apakah ada buku khusus yg membahas mengenai sangjit ini..kebetulan saya non chinese yg akan menikah dgn pasangan chinese..thx

  20. Hallo….

    Saya mau tanya, ada tradisi juga yang mana saat sang jit, pihak cowok ada ksh 4 angpao (uang susu, saudara, pheng kim dan matahari). Mana yang boleh diambil oleh pihak cewek dan arti setiap angpao itu apa? Thx before

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *